dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.
Selasa dini hari, saya belum tidur dan ingin merokok. Jadi keluarlah saya ke koridor depan dengan bekal sebatang Marlboro Lights.
Berjongkok sambil merokok di koridor, tanpa melakukan apa-apa lagi, tentunya otak saya yang kecil, walau lebih besar dari primata dan, menurut paleontolog2, juga lebih besar dari otak triceratops, menyibukkan dirinya dengan berbagai pikiran-pikiran.
Tidak hanya satu hal yang dipikirkan, tetapi berbagai hal mulai dari yang penting hingga yang sama sekali tidak penting. Hal yang penting contohnya skripsi, juga tentang beberapa perubahan layout blog yang bakal saya kerjakan di Bandung nanti (penting, gituh?). Yang tidak penting contohnya memikirkan kerangka konstruksi rumah yang bagus (soalnya mo digimanain juga saya emang ga ngerti, tuh..), juga tentang seekor serangga yang lagi nongkrong menempel di dinding depan saya.
Tenggelam dalam kelebatan pikiran dan gelembung-gelembung ide, tiba-tiba saya kembali "berada" di koridor tersebut ketika si serangga tadi terbang dengan dengungan khas hasil gesekan sayap yang jauh lebih cepat dari kecepatan saya mengetik.
Dalam sepersekian detik itu saya pun dilanda kepanikan. Mungkin karena dengung menyeramkan itu mengorek ingatan di bawah sadar yang berasosiasi dengan perasaan takut, maka reaksi pertama saya adalah takut!
Si serangga itu masih terbang dengan dengungannya. Saya pun mencopot sendal dan siap-siap berdiri untuk menyemes (imbuhan me + kata dasar smash yang diserap dengan semena-mena ke dalam Bahasa) si serangga.
Tapi otak saya rupanya masih mengalokasikan sebagian kemampuannya untuk aktivitas berpikir "kreatif". Muncullah konsep "pre-emptive strike". Dalam sepersekian detik otak menganalisis bahwa tindakan yang akan saya lakukan tergolong pre-emptive strike.
Si serangga yang terbang berdengung rupanya telah memicu paranoia sehingga dalam ketakutan diserang (Apa pun bentuknya: disengat, dihinggapi, kuping dimasuki, dan lain-lain!) saya (hampir) memutuskan untuk menghajar si pengganggu itu sebelum ia benar-benar melakukan hal-hal yang saya takutkan.
Kemudian saya ingat "Bush" juga "Blair" juga "Michael Moore" dan beberapa pengaju analisis Teori Konspirasi.
Pre-emptive strike yang dilakukan Bush dan The Alliance terhadap Irak mungkin didasari hal yang sama: paranoia. Ketakutan bila Irak (Saddam) memiliki persenjataan massal yang nantinya bisa dipakai untuk menggoyah stabilitas sistem internasional (dalam artian merusak pemetaan hubungan negara-negara: siapa mendominasi siapa) memunculkan dorongan untuk menghabisi si ancaman tersebut.
Dan dengan alasan memusnahkan persenjataan massal itu, maka AS, Inggris dan konco-konco pun menggerebek membakar menembak mengebom merobek-robek Irak. Setelah Irak benar-benar hancur, terobek-terobek, pokona mah chaos we, terbukti bahwa persenjataan yang ditakutkan itu ternyata tidak ada. Pernah ditemukan banyak drum berisi zat kimia yang diklaim sebagai bahan untuk senjata kimia. Tapi ternyata jumlahnya tidak memadai, dan lebih lucunya, ternyata zat kimia tersebut tadinya akan dipakai sebagai bahan dasar pupuk (Dan berbagai fakta konyol serupa yang telah banyak tersiar).
Bush pun megap-megap. Juga Mbak Condoleeza, Mas Rumsfeld, Mang Bremmer dkk, tak lupa pula Pak Blair si Pinokio Teflon. Apalagi setelah insiden Abu Ghraib yang mencengangkan itu. Belum lagi terkuaknya informasi-informasi intelijen, digunakan sebagai basis pengambilan keputusan berangkat ke Irak, yang ternyata tidak kuat. Padahal katanya MI-6 plus SIS dan CIA adalah agen-agen rahasia paling top sedunia. Ternyata masih kalah ama badan intel Pak Ali Moertopo (alm) zaman dulu. Eh, apa iya? Hehe.
Kembali ke serangga, saya pun tidak jadi melakukan pre-emptive strike. Sendal saya pasang kembali. Ternyata serangga tadi terbang untuk berpindah tempat agak ke kiri dinding, di mana ia melanjutkan tidurnya, mungkin (Katanya sih serangga tidak tidur, tapi apa iya?). Jangan-jangan dia terbang justru karena terganggu asap Marlboro Lights saya.
Selamat tidur wahai serangga, mungkin di kehidupan berikut kau jadi presiden AS.
| glhbstrd July 20, 2004 10:56 AM PDT semakin aja gaya menulis si Dodi ini yah? yah? yah? yah? mengkorelasikan antara serangan terhadap kecoa [eh iya gitu?] dengan pre-emptive strike! that's cool, Man! that's COOL [empet gak bacanya?]! ngomong2 si Michael Moore [bukan Michael Moorer yg petinju yg pernah ngalahin Evander Holyfield itu], gue juga dapat film yg elo bilang 9/11 Fahrenheit itu! tapi sebelumnya, thn 2002, ada juga filmnya yg laen, Dod! judulnya Bowling Columbine! film bagus tuh! mungkin gak semenarik 9/11 Fahrenheit yg dimulai dari tersingkirnya Al Gore! tapi mungkin bisa ngisi kebutuhan kita ama film2 yg berpropaganda di pihak kita! terus ada juga The Football Factory yang berkisah ttg hooligan di klub sepakbola Chelsea FC! sekian deh review gue di blog loe! hihi! mungkin Rabu besok gue ke Bandung! si Arfin ama Hafif sidang hari Kamisnya khan? | ||
| linda July 21, 2004 01:31 PM PDT wah gambarnya keren euy ;) | ||
| siput July 21, 2004 02:38 PM PDT hmm pre-emptive strike .. hari ini gw denger kata itu berkali-kali. my word of the day kali ya? .. watatataa .. gambarnya ga keluarrr ... gambar apa seee???? | ||
| ika July 22, 2004 12:58 PM PDT hueheue dari serangga bisa nyampe bikin tulisan spt itu .. tapi serangga kan tetep serangga tuh dod, kadang2 suka kesel juga.. ambil semprotan dulu aah :D | ||
| brave July 23, 2004 09:46 PM PDT andai mereka-mereka itu (baca bush and the gank, koq mirip grup lagu yah :P) berjiwa seperti elo dod,.. even paranoia, tapi agent intelegent (baca otak) loe masi bisa bekerja dengan baik.. dan akhirnya pre-emptive strike yg akan elo lakukan dapat di fikirkan kembali dan di stop.. Btw. gue gak nemu tulisannya m.fajrul rachman yg tentang golput itu.. | ||
| Strawberry July 24, 2004 11:09 AM PDT gue rasa sih bukan paranoia aja tuh, mereka emang dah dari dulu nyari2 alasan supaya bisa attack....pre-emptive? more like pre-planned...hiehuehue | ||
| bLub July 25, 2004 03:27 AM PDT euww... terlihat seperti kecoak | ||
| siput July 26, 2004 10:24 AM PDT sekarang keluar gamabarnyaaaa!!! aduh luttunya tuh kecoa ... | ||
| agnes July 26, 2004 09:02 PM PDT huello.. 'tul uda lama bgt ga postin'. yaiikss.. kecoa..!! parno abis ama serangga yg terbang itu.. hhiiii!! | ||
| sireum July 29, 2004 02:54 PM PDT dod, maca postingan nt mah siga maca buku sejarah. tapi sejarah versi penyadaran diri. enya, urang pan biasana paling geuleuh tah ka si cucunguk nu sok ngapung teh, tapi maca postingan nt mah asa rada era oge euy ayeuna mun rek maehan teh. boa enya, urang siga amerika?? heeheh.. nuhun ah, dod! | ||
| Leave a Comment: |