dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.
Kita menangkap dunia dengan indera-indera kita. Duduklah di teras dan resapilah, betapa sialnya dirimu yang hanya memiliki segelintir indera. Melihat dunia hanya dengan mata. Sepasang mata yang menipu.
Tanyakan pada lalat dengan mata fasetnya, "bagaimanakah dunia?". Atau pada cacing dengan sensor2 di kulitnya, "bagaimanakah dunia? apakah kau melihat langit yang biru?". Pada ular yang mendesis, "apakah kau mendengar suara tukang es krim Walls yang baru lewat?".
Untunglah, manusia ada bermilyar-milyar di bumi ini. Dari bermilyar-milyar itu terdapat banyak orang yang indera-inderanya berfungsi. Dan kita semua saling meyakinkan satu sama lain bahwa dunia yang kita tangkap itu ya memang begitu!
"Benar, kok. Langit di kala siang memang biru."
"Oh, syukurlah. Saya tidak salah lihat, kalau begitu."
"Oh iya, sinar matahari memang panas, apalagi kalau ia sedang di atas kepala."
"Wah untunglah. Saya kira saya sudah gila. Tadinya saya heran, kenapa saya berkeringat dan kepanasan."
"Eh, ini dibacanya memang 'coca-cola', kan?"
"Ya. Kami juga melihatnya begitu."
Kemudian, datanglah sebuah makhluk yang bisa berbicara dalam bahasa kita. Bentuknya agak lain. Menyerupai manusia, tapi anggota-anggota tubuhnya berbeda. Matanya, misalnya, ada tiga. Ia mendengar dengan kulit. Walau bisa bicara, tapi ia juga bertelepati. Kadang-kadang terlihat seperti mengobrol dengan ayam, burung, dan pohon-pohon.
Dia bilang, "Betapa sialnya kalian yang terbatas. Kalian tidak dapat melompat antar dimensi. Kalian percaya pada gravitasi. Mengerjakan ritual-ritual yang tidak kalian pahami. Berbicara dengan kata-kata, padahal kata-kata memiliki makna-makna yang berbeda tipis bagi tiap-tiap kalian. Dan kalian pun berbunuhan satu sama lain, dan masing-masing mengklaim bahwa dirinyalah yang benar. Betapa primitif. Maaf, betapa tolol, maksud saya."
Dan ia menghilang. 3 detik kemudian ia muncul lagi dengan membawa buah-buahan berbentuk aneh, juga buku-buku dengan tulisan yang tak pernah ditemukan di belahan bumi manapun. "Ini dari dimensi lain", katanya.
Kemudian ia melayang-layang di udara. "Huh. Untuk melepaskan diri dari gaya tarik bumi saja kalian tak bisa?". Kemudian ia diam, tapi menatap dalam. Tiba-tiba saja bertumpuk informasi sudah memenuhi kepala kita. Tentang apa yang seekor ayam rasakan ketika menyeberang jalan, tentang bagaimana rasa cabe di lidah ular, dan juga dunia seekor cacing tanah.
"Itu namanya telepati.", katanya.
Dan kita pun ramai-ramai menangkap si makhluk aneh itu, menggiringnya ke laboratorium, mengamatinya, menelitinya, membelah kulitnya, membelah otaknya, melihat fungsi pencernaannya, mencari tahu bagaimana jantungnya (yang terletak di selangkangan) bekerja.
Kemudian, "Eh, langit masih biru, kan?"
"Yaah, kelihatannya sih begitu."
"Baguslah. Makhluk aneh penipu itu sempat membuat saya ragu."
Dan kita pun merasa senang, nyaman dan aman, karena ternyata langit masih biru.
| ari October 17, 2004 11:40 PM PDT very nice. well written! :) | ||
| nero October 18, 2004 12:36 PM PDT pengamatan lo "kena" banget dod! Cool! | ||
| dv October 18, 2004 01:56 PM PDT langit seharusnya biru -> the milo | ||
| arb3i October 18, 2004 03:32 PM PDT hari ini langit di LA abu2... huhuw.. :D met hari senen yah dod ;) | ||
| bLUB October 18, 2004 05:24 PM PDT keren banget tulisan lo kali ini dod. Bikin gue mikir. hum.. apa ini karena si cerpelai ungu itu? hihihi | ||
| N[a] October 18, 2004 06:12 PM PDT wah bagus banget tulisannya.. agak2 sureal ya ? hmm agak2 'welcome to the twilight zone' gituh :p atau mungkin untuk endingnya lebih tepat disebut: back from the twilight zone to the 'zona kenyamanan' hehehehe | ||
| Galih October 19, 2004 10:11 AM PDT maksudnya apa sih? bisa dijelasin gak? ditunggu! | ||
| linda October 19, 2004 01:27 PM PDT disini kalo siang langitnya putih terus kalo malem hitam, hmmmm kapan ya langitnya berwarna biru :D | ||
| Name October 19, 2004 01:33 PM PDT What a uniq story, Dod.. Like It..! :) | ||
| gXpratama October 19, 2004 08:48 PM PDT Hmm.. Keren! Jadi inget novel Area X: Hymne Angkasa Raya.. Top banget Dod! :D | ||
| an October 20, 2004 02:29 AM PDT untunglah dod, pada bukan romadhon semua syaiton dirantai. sehingga kita dapat beribadah dengan damai. eh ini ceritanya ttg syaiton bukan? | ||
| -inex- October 20, 2004 08:36 AM PDT yah asik deh langit tetep biru.. kalo mendung tapi dah ga biru lagih donk o.O? | ||
| ruhe October 20, 2004 11:57 AM PDT wow! | ||
| hellgurl October 20, 2004 01:10 PM PDT oooo jadi itu yg kalian buat ke sodara gue??? hehehe... it's great dod. truly. perubahan memang menakutkan. we are creatures of habit. if something is seen as different, we shy away or destroy it completely. sekali lagi gue tanya. oooooo itu yg kalian lakukan ke sodara gueeee??!!! hahahah... apa sih? | ||
| cta October 20, 2004 04:40 PM PDT waahhh.. gpp dibacain di kids.. sex education itu namanya harus sejak dini..hehehehe.. ehh.. tau lagu Langit Seharusnya Biru ga?lagunya the milo..hehehehehe.. | ||
| cta October 20, 2004 04:40 PM PDT waahhh.. gpp dibacain di kids.. sex education itu namanya harus sejak dini..hehehehe.. ehh.. tau lagu Langit Seharusnya Biru ga?lagunya the milo..hehehehehe..dodiiiiiii.. kapan ke magnet lagi??kok ga pernah bersua yah.. | ||
| siwoer October 20, 2004 05:25 PM PDT Hah....semalem langit di seputaran rawamangun berasep...soale ada yg kebarakaran dod...cuman kalo dari jauh terlihat romantis juga kok...ada efek asapnya gituh :P | ||
| antigravity October 20, 2004 05:52 PM PDT gxpratama: Himne Angkasa Raya? Argh! I hate that book! an: bukan, An. tentang makhluk aneh bermata tiga, berjantung di selangkangan. hellgurl: i thougt he was your boyfriend, lho! dv + sita: langit seharusnya biru dari the milo? Gile, siapa yang ngga tahu! ehm. gw ga tau. woer: romantis? coba deketin deh. tragis, tau! | ||
| Hyoutan October 21, 2004 07:14 AM PDT menurut Miuchi Suzue kemaren2 di websitenya, langit luar angkasa tuh berdasarkan intuisinya ktk nggambar mahadewi, adl pd dasarnya warna beige/ochre/ nyaris kuning keemasan, trus dia nemu bhw ini tnyt didukung oleh penelitian gelombang spektrum d mn gitu. lieur lah pokona mah (Miuchi itu pengarang Topeng Kaca) | ||
| wida October 21, 2004 11:18 PM PDT langit di adled lagi item nih dod! maaf lahir batin de'...ponakanmu titip salam tuh! | ||
| ikez October 22, 2004 11:54 AM PDT langit saya berwarna putih kusam, jarang keluar kamar, jadinya langit2 kamar kos itu lah jadi langit saya, mataharinya lampu meja :D met puasa brur | ||
| siput October 23, 2004 09:31 AM PDT beautifully written, dod. btw, the sky is any color you're thinking. | ||
| siput October 23, 2004 09:46 AM PDT beautifully written, dod. btw, the sky is the color you're thinking. | ||
| Leave a Comment: |