dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.
![]()
i've been looking so long at these pictures of you
and i almost believe that they're real
ive been living so long with my pictures of you
that i almost believe that the pictures are all i can feel
Yup. The Cure! Pictures Of You.
Coba bayangkan: di depan kamu ada sebuah gelas. Apa yang membuat kamu tahu itu "gelas"? Berterimakasihlah pada matamu yang menangkap pantulan cahaya dari gelas itu. Berterimakasihlah pada otakmu yang mengolah kumpulan pantulan cahaya itu, menghubungkannya dengan konsep-konsep yang ada di kepalamu. Berterimakasihlah pada orangtua, guru, atau siapapun yang mengajarimu tentang gelas, sehingga kamu tahu kamu bisa memakai gelas itu untuk minum.
Di kepalamu ada Pictures of Glass. Apakah gelas itu nyata? Maksudnya, apakah kenyataannya benar-benar ada gelas di depanmu? Wah, tidak tahu, ya. Kita tidak tahu apa yang nyata dan apa yang tidak. Tapi kita berasumsi, bahwa gelas itu nyata. Karena ia terlihat, teraba, terdengar bila disentil.
Di kepalamu ada proyeksi gelas.
Mungkin sama pula dengan orang yang kamu cintai, sayangi. Bayangkan ia duduk di depanmu, tersenyum dengan manis. Dan dalam slow motion, ia berbicara. Kamu mungkin tidak menangkap jelas apa yang ia katakan, tapi keberadaannya sangatlah berarti buatmu. Every moment spent with her/him is a moment of treasure.
Tapi pada siapakah kamu jatuh cinta? Apakah benar kamu jatuh cinta padanya, atau apakah kamu jatuh cinta pada proyeksinya? Bukankah ia, sedikit-banyak, mirip dengan gelas tadi?
Di kepalamu ada proyeksi si dia. Di kepalamu ada IDE tentang dia. Kumpulan potongan informasi yang kamu kumpulkan satu demi satu seiring kamu mengenal dia. Dan tanpa kumpulan potongan informasi itu, dia hanyalah sebuah benda asing. Lebih tepatnya orang asing, a stranger.
i've been looking so long at these pictures of you
and i almost believe that they're real
Tiba-tiba, inderamu menangkap informasi baru yang diolah oleh otak kamu. Informasi itu merombak tatanan Ide-mu tentang dia. Dan tiba-tiba dia bukan lagi dia yang kamu kenal. Dia bukanlah dia yang dulu lagi, dia yang kamu jatuh cinta padanya.
Kamu patah hati.
there was nothing in the world that i ever wanted more
than to feel you deep in my heart
Harapan bagi seorang pecinta adalah bahwa si dia tak berubah. Maksudnya, si dia tetap sesuai dengan Ide tentang dia yang ada di kepala.
Atau, seorang pencinta harus berbesar hati, mengendalikan diri, memberi toleransi terhadap perubahan pada Ide tersebut. Agar ia bisa terus mencinta. Agar kumpulan gambar tentang si dia tidak terserak.
there was nothing in the world that i ever wanted more
than to never feel the breaking apart all my pictures of you
| maknyak November 27, 2004 04:58 AM PST wah filsafat sekali.bahwa yg ada di kepala kita sebenernya kumpulan konsep dari berbagai kesan. selamat merenung ya? dinanti hasil perenungan berikutnya. | ||
| an November 27, 2004 05:39 AM PST well, kalo dr sisi psikologisnya gue pernah baca. kalo kita sebenernya mencintai "saat2" bersama dia. bukan orgnya. krn itu ketika orgnya berubah, maka perasaan kita ikut berubah krn menjadi tidak sama dengan "saat2" sebelumnya, dimana kita mencintai. kenapa? krn kita mencintai "saat" dia bersama kita, bukan saat "dia" bersama kita. ah, lieur ah si dodi mah postingannya. besok2 simulakrum ya dod... bagaimana repetisi situasi bisa berubah menjadi kenyataan. :P | ||
| q7nq November 27, 2004 10:01 AM PST Every moment spent with her/him is a moment of treasure <-- lirik lagu kan ini? tp gue lupa siapa. celine dion apa yak? eh, gue suka tuh laguČnya The Cure. Tapi paling demen sih sama yg "Trust", soalnya nendang banget musiknya.. menyentuh hati. Lagipula intronya puanjang bener, sampe gue degČan nunggu masuk liriknya. ngg.... lu bukan lagi bahas itu ya, nu? hihihi | ||
| q7nq November 27, 2004 10:07 AM PST oke oke... tentang seseorang *kok kayak lagu sontrek-nya AADC yah* kita ga bisa mengharap orang yg kita cintai untuk sama terus dengan apa yg selama ini kita lihat. Bahkan setelah 30 tahun kita menikah dengannya pun, ternyata ada saja sesuatu yg belum kita ketahui tentang dia. sekarang semuanya bergantung pada besaran cinta sih, seberapa jauh kita bisa menerima dia.. pada bentuk terburuknya sekalipun. Mungkin dia yg sekarang bukanlah dia yg pernah membuat kita jatuh dan mencinta, tapi.. however, "dia" adalah seseorang yg kita cintai. Yang membuat kita seperti batu karang, kokoh menghadapi cobaan dan "godaan" wah ibnuuuu..... kau membuatku jadi berfikir *hiks* | ||
| hujan matahari November 27, 2004 01:06 PM PST Yang ku percaya adalah benda di proyeksikan dengan mata diolah lewat kepala, zonder mampir ke hati. Dan itu adalah proses cinta pada pandangan pertama.. cinta yang lewat kepala. Kalau cinta sudah mengalir lewat lompatan listrik dan mengacuhkan sistem syaraf hingga otak sudah tidak ikut berdiskusi... maka hati selalu bisa menyatukan diri lagi setelah patah berkali-kali.. khukhukhu.. ini baru namanya alibi dari seorang yang sering patah hati gara-gara tulisannya seorang dodi yang menjelma diri sebagai antigravity.. (hei ini ber-rima loh!) | ||
| sa November 27, 2004 05:15 PM PST itu sebabnya kita diberi mata hati. bukan hanya mata diri. melengkapi penglihatan akan proyeksi diri. hingga bisa melihat proyeksi hati. pakabar, dod ? masih anti dg gravity kah ? met wiken :) | ||
| siduahuruf November 28, 2004 12:09 PM PST Seorang pecinta memang harus mau berkorban dan bersabar hati. | ||
| antigravity November 28, 2004 04:34 PM PST siduahuruf: yaa, kira2 seperti itulah. sa: sebenarnya mata hati itu letaknya dimana ya? mba, tentunya saya engga anti dengan gravitasi. how could I? hujan matahari: cinta pada pandangan pertama itu... semu, mungkin. tapi yang semu itu bisa dikelola sehingga long-lasting. tapi tentunya tetap tak ada yang abadi. blub: wah senangnya saya bisa membuat anda berpikir melalui tulisan ini. bener, lho! an: yap itu dia. kita engga mencintai obyek (materi)-nya. wahks, "replikasi situasi menjadi kenyataan"? tampak pusing, tuh an. hihihi. elu aja deh gih. maknyak: salam hormat! kalo saya kasitau perenungan ini dilakukan sambil tidur2an dan ngerokok dan sms2an, kesannya jadi perenungan sembarangan, ga? gheghegeg,.,, | ||
| vierz November 29, 2004 11:55 AM PST loe kay org sastra aja, bo hehehe....awas lama2 bisa gila ato pinter? :D | ||
| dv November 30, 2004 02:55 PM PST saat dirimu menerima pesan ini, kita berdua sedang chatting di ym, dan (mungkin) dirimu sedang mengomentari blogku.. heuheuhuehe... kamana atuh pujangga. tapi sayang ekeu tidak mengerti.. apakah pictures of you adalah terjemahan dari popotoan keliling bandung? heuheu | ||
| movetea November 30, 2004 10:17 PM PST itu khan kata-kata si plato ato socrates ya? atau aku soc teu... tauk ahh gak apal.. yang jelas apa yang ada di dunia ini harus diidekan terlebih dahulu, ini terbukti dengan adanya dalil bahwa tuhan memberitahu adam semua nama makhluk (ciptaan) di dunia ini. hal ini berarti bahwa semua proyeksi atau apalah yang kamu sebut itu sudah diidekan terlebih dahulu oleh tuhan. tinggal yang berbeda adalah nama atau istilah penyebutannya saja. hanya tuhan saja yang tak dapat diidekan, karena keberadaannya dianggap absurd atau tak jelas, karena sifat kausa prima yang mutlak menyebabkan tuhan tak dapat diidekan oleh manusia | ||
| antigravity November 30, 2004 10:29 PM PST movetea: hmm. mufti, ya? cukur kumis, dong muf? kamu tampak senang sekali mengomentarinya. semangat yang bagus! teruskan, bung! dv: bukan. BUKAN! orang nulis ini aja duluan, wew. vierz: hmm. aku tak tahu harus berkata apa, vie. | ||
| rur December 1, 2004 10:30 PM PST insightful nih dodz... gue sendiri, justru bisa jatuh cinta kalo bisa menemukan noda digelas tersebut - or worse - kalo gelasnya pecah... beautiful writing! | ||
| Leave a Comment: |