dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.

Form kontak

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

Next Entry
Previous Entry
Home

rss feed

Felis Vertex
Friday, December 24, 2004

Saya mengucapkan SELAMAT NATAL buat kawan-kawan yang merayakan!
May peace be on earth (Indonesia!), in our very own hearts.

JUGA, selamat ultah ke-35, eh, keduapuluh buat
Sita (24 Des).
DAN, met ultah ke-50 buat mamahnya
Femmy (25 Des). Semoga tante sehat selalu. :)



Pas
 ke Vertex (toko DVD; multiplayer; cafe di Jl. Ambon, Bdg) hari rabu kemarin, saya ketemu dengan makhluk2 lokal: kucing. Mereka bertiga tampak bersaudara. Gimana cara taunya? Susah jelasinnya ah..

Di hari yang dingin itu mereka mondar-mandir di sekitar kios samping Vertex. Mengeongi satu sama lain. Satu duduk dekat tong sampah, lainnya di samping kios, yang satu lagi di bawah kolong mobil yang diparkir di halaman Vertex.


Mereka tidak peduli dengan Garfield atau Puss in Boots di Shrek 2 yang DVD-nya dijual dengan harga berkisar ribuan hingga ratusan ribu (tergantung bajakan/bukan). Soalnya, mereka tahu kucing tidak ketawa sebagaimana manusia ketawa. Otot muka mereka tidak mendukung untuk itu. Seakan berkata, "get real!", masing2 mereka menatap lensa kamera dengan dingin.

Mereka juga tidak menamai satu sama lain. Pusi, Meong, Cimus, Anton, Sinta, wah ga perlulah bagi kucing nama-nama itu. Pokoknya mereka tau yang mana si A dan mana si B, sudah cukup. Dalam dunia tanpa kata-kata, mereka saling memahami dengan empati. Di dunia manusia, kita saling menjuluki satu sama lain, melabelkan. Tak luput para kucing kita namai, klasifikasikan dengan binomial nomenklatur. Di dunia manusia, kita menumpulkan empati dan memutarbalik makna melalui kata-kata.

Kucing-kucing Vertex ini mendapatkan makanan dari orang sekitar, dari tempat sampah, atau sesekali mengejar tikus-tikus got yang makin banyak saja di Bandung. Kontras dengan zaman ketika kucing-kucing kerajaan Mesir dimumikan dan dimakamkan dengan upacara khusus. Bahkan di Mesir pernah ada Dewi Kucing (hah? deviucing?) yang dinamai Bast atau Bastet.

Masa Abad Pertengahan, Dark Ages, menjadi masa yang gelap pula bagi para kucing (Eropa). Mereka ditakuti dan dibenci, dituduh sebagai antek setan, dikaitkan dengan praktek sihir. Masa Renaissance menjadi masa keemasan bagi kucing (Eropa!). Kucing menjadi piaraan keluarga bangsawan hingga keluarga petani.

Kucing-kucing Vertex tadi tidak tahu akan hal-hal tersebut. Mereka tak butuh! Tanpa mengenal konsep tulus, mereka justru hidup demikian. Manusia, yang mengenal tulus, justru sulit membumikan konsep utopis tersebut. Berkoar di tv dan koran, "Saya tulus! Saya tidak berharap apa pun!", sementara di sisi lain koaran tersebutlah yang melemahkan klaim tulusnya.

Bahkan agama pun meragukan kemampuan manusia untuk tulus. Oleh agama, 'insting' pamrih manusia dialihkan pada "mengharap surga", atau pada level selanjutnyai: "mengharap ridha Tuhannya semata", ikhlas. Melalui konsep "amal" dan "Hari Pembalasan", diharapkan akan tercapai peradaban tinggi yang, salah satunya, berbudaya anti-suap.
Bukan menyuruh menghilangkan pamrih, agama mengalihkan sasaran pamrih!

Sekali lagi, kucing-kucing itu tak peduli. Ketika menjelang hujan, mereka bubar mencari tempat berteduh.

Meong!

a poet, "My Cat Jeoffry" By Christopher Smart


Oleh dodi, pada 11:19 pm

femmy
December 25, 2004   12:25 AM PST
 
huaaa... miss my cunik so much... semoga cunik diterima disisi-Nya. btw, thx ya, pak! besok pas nyokap gw bangun salam lo gw sampein.
an
December 25, 2004   08:45 AM PST
 
wah, hari ini banyak sekali permasalahan kucing yg diangkat ya. baru saja saya mendapati sebuah tips mengubah kucing menjadi andy warhol. wah hebat, seni pop dapat teraplikasi pada kucing juga.

dv
December 25, 2004   05:49 PM PST
 
this posting is dedicated specially for me.. hahahaha.. kirain mo bilang felis navidad (met natal). hehe. aaahhh kucing itu memang makhluk paling lucu sedunia.. yang kedua tikus mondok (si cahoy). huhuuuu
ikez
December 27, 2004   04:30 AM PST
 
hoho..
*mengenang kucing2 gue yang wafat dan gugur di medan perkelahian Alleycat*
rommy
December 27, 2004   11:15 AM PST
 
i like cats too.. miaow.. miaow..
hujan matahari
December 27, 2004   11:26 AM PST
 
tone-nya mengarahkan bahwa dirimu adalah..
cat wannabe.. hwhwhw *piss*

humm, i like cats.. they symbolize sexuality.. [or sexual activity?] rrrr...
hwhwhw..
pyro
December 27, 2004   09:24 PM PST
 
pengen ke Bandung euy. kapan ya?

hey! kata siapa kucing tidak bisa senyum? anjing saja bisa tertawa, pak. kita saja yg memberi cap, "senyum itu harus seperti ini loh." Tidak fair buat kaum feline.

jadi inget 12 kucing jalanan yg tiap hari mangkal di rumah gue dulu. enak banget ngeliatin nyokap gue ngeluarin gayung dan nyiram mereka, dan setelah itu perang mulut sama gue.

quote of the day:
"Mama! Kucing itu punya perasaan juga loh!!!" *dengan muka marah*

.....Hahahaha....
mewakili kucing
December 28, 2004   11:02 AM PST
 
http://www.belangjingga.blogspot.com
antigravity
December 28, 2004   11:06 PM PST
 
femmy: amiin

an: gw dah baca tuh. keren juga. Candy Warhol? hihi.

dv: sebagian gw setuju. tapi ttg tikus mondok, gw rasa itu subyektif sekali, ya?

ikez: berkabung, nih? eh, we all are, ding..

rommy: wah, nemu satu orang lagi.

hujan matahari: hmmm, gw ga pengen jadi kucing sih. symbolize sexuality? masa sih?

pyro: iya deh iya deh iya deh

mewakili kucing: wah gw baru tau tuh blognya. lucu juga! huahuahha..

sa
December 29, 2004   02:44 AM PST
 
aku suka kucingggg... duhhh.. dia yg selalu menemaniku jk sdg sendiri *apa coba*
maknyak
December 29, 2004   07:41 AM PST
 
iya betul! yang dibutuhkan kucing2 itu sebenernya cuman makan, perlindungan dan sukur2 klo ada kasih sayang.
konsep ihlas memang sudah susah mengukurnya ya. karena membuang hajatpun sekarang sering tak ihlas juga karena harus membayar. hehe
dephz
December 30, 2004   12:23 PM PST
 
asalnya mo warna coklat.. tapi masih mikir2.. soalnya gw seneng banget berambut hitaam.. padahal aslinya rmabut gw ga pernah bisa item, slalu merah.. bukan karna gw bule!! tapi emang kampung.. (kata nyokap gw emang bgituh warga kampung kita rambutnya merah). huehuehuehue
dodY
December 30, 2004   09:49 PM PST
 
hai sodara kembar.. met tahun baru yah...
Romola
January 4, 2005   07:51 AM PST
 
Dalam dua minggu ini dua kucing ketabrak di jalan depan rumah saya. Yang satu kucing masih anak-anak (yang diakui) milik saya ketabrak di depan rumah, lalu ada kucing besar gendut punya tetangga. Katanya sih ada anjing ketabrak juga. Musim bencana gak cuma buat manusia...


Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







bacaan! login img 1n3x Aban An Anakbaik Ayu Bea Blub Cipi Crey Cta De Dessy Didats Dv Dinky Enda Fahmi Femmy F-R-G G.B.T. Gina Gio Ichanx Iebud Ika Ikez Indie Jane Joey Kuda Lika Maknyak Mamatz Maria Mea Miranda-(2) Mput N[a] Nazla Nova Pyro Rara Rur Sandra Santie Shofa Sitta-(2) Siwoer Sunshower Vi3 Viga Yusie

Blogdrive



Free Domain Name - www.YOU.co.nr

Belanja clothing Bandung online? Klik: