dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.
Akhir 2004 ini kita semua dikejutkan oleh musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Nias, juga di beberapa negara tetangga lainnya. Di satu sisi, pergerakan lempeng kontinen adalah hal yang biasa bagi bumi. Dalam milyaran tahun usianya, entah telah berapa kali terjadi hal serupa. Dan sejarah mencatat sebagian diantaranya. Sebagian lain mungkin tinggal sebagai mitos. Entah itu Atlantis, Nuh yang membuat kapal di gunung, atau kisah-kisah amukan Dewa Laut.
Pada sisi lain, kejadian-kejadian alamiah yang demikianlah yang menghapuskan manusia dari muka bumi. Menghapuskan peradaban, pencapaian budaya dan sistem-sistem yang kita bangun. Kita terpana. Wajah-wajah yang sebelumnya tersenyum kini dibasahi airmata, atau bahkan telah terbujur kaku. Kita dipaksa untuk mengakui: betapa lemahnya kita. Betapa lemahnya hati kita.
Kejadian ini juga memaksa kita untuk berefleksi. Sebuah refleksi kolektif, juga refleksi individual namun dilakukan dalam rentang waktu yang sama. Betapa semua tenaga, tangis, darah dan harta yang kita sumbangsihkan untuk pertikaian antar saudara, ternyata dihentikan oleh dampak tubrukan tiga lempeng kontinen. Dan setelah semua itu, yang terlihat hanyalah puing! Betapa yang membawa nama 'front pembela' pun tak menunjukkan pembelaannya!
Duduk di hadapan layar komputer, di depan telepon seluler, atau mungkin minum kopi sambil makan gorengan, kita bersyukur bahwa kita selamat. Kita menarik napas panjang untuk kemudian menghembuskannya kembali, "Ah, untung saya jauh dari sana."
Tapi sejauh apakah? Bagi saya pribadi, ternyata kesedihan akan kehilangan itu tidaklah begitu jauh. Seorang sahabat saya, yang mungkin kawan-kawan kenal pula melalui jaringan pertemanan bloggers, mengalami pula kesedihan itu. Dua keponakannya tercinta sekarang ini entah dimana. Terpisah dengan keluarga akibat musibah yang menimpa.
Kedua keponakannya bernama Agi dan Alin. Syukrillah, Alin telah ditemukan pada hari Rabu kemarin. Akan tetapi hingga saat ini Agi belum jelas dimana rimbanya. Saya mungkin tak dapat berbuat apa-apa selain berdoa. Tapi melalui blog ini, saya ingin turut menyebarkan berita ini, dengan harapan diantara kawan-kawan (dan jaringan kawan-kawan semua) ada yang memiliki informasi tentang Agi.

Bagi yang memiliki informasi, silakan menghubungi kontak dibawah ini:
Muhammad Ikhwan
0251-509060
m.ikhwan@gmail.com
Terima kasih atas kesediaan membantu, walau sekedar doa.
Dan tentunya kita pun tahu apa yang masing-masing bisa kita lakukan --walau sedikit-- untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita disana.
Maha Suci Engkau. Kuatkanlah saudara-saudara kami. Kuatkanlah kami.
| achill December 31, 2004 03:02 PM PST So Sorry to hear that :(( mudahan2 Kuda di kasih kelapangan hati untuk menerima semua musibah ini ta Dod.. Amieeen | ||
| achill December 31, 2004 03:02 PM PST So Sorry to hear that :(( mudahan2 Kuda di kasih kelapangan hati untuk menerima semua musibah ini ya Dod.. Amieeen | ||
| hujan matahari January 1, 2005 08:22 PM PST .... alpa .... | ||
| ichanx January 1, 2005 10:23 PM PST ponakan si kuda? duh... semoga ketemu deh... amien.. btw, gw kok gak bisa ngisi shoutbox ya? | ||
| maknyak January 6, 2005 03:20 AM PST aduh ...speechless... bingung mau ngomong apa melihat wajah anak-anak..semoga semuanya di lindungi Tuhan | ||
| Leave a Comment: |