dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.
Telinga saya dibombardir bebunyian yang timbul dari artikulasi khas orang-orang mayoritas negeri ini.
Pada dasarnya tidak ada masalah. Biasa saja. Hanya saja seringkali bebunyian itu terdengar pada jarak dimana percakapan tak bisa ditangkap, kecuali sayup, dan menyerupai suara "bletak-bletuk" tak jelas. Tak jelas karena saya tak paham bahasa jawa, namun terutama karena artikulasi khas itu seringkali memanfaatkan leher bagian dalam untuk menimbulkan aksentuasi tertentu. Kadang-kadang juga bunyi sengau.
Bukan masalah.
Setelah banyak pembicara silih-berganti memberi materi, membuka diskusi dan membagi pengalaman, saya tersadar bahwa hampir semua dari orang-orang hebat yang menjadi ujung tombak media nomor satu nasional ini berbicara dengan aksentuasi serupa. Dan saya terheran menemukan fakta ini: bila diminta mengurutkan pemateri yang remarkable, maka pada urutan teratas daftar saya adalah Pak M, Kak WM, Bu YI dan Mbak HYK, juga Kang G. Kenapa? Semoga bukan karena kelimanya TIDAK berbicara dengan aksenstuasi tersebut.
Kak WM dan Mbak HYK berasal dari timur negeri ini. Sebenarnya agak lucu juga HYK harus dipanggil "Mbak". Leluhurnya pasti terheran-heran di dunia seberang. Bu YI masih keturunan jawa, tapi karena beliau putri seorang mantan diplomat terkemuka, maka kebiasaan hidup di luar negeri justru membuat aksennya seperti orang asing. Saya rasa ia menguasai beberapa bahasa. O ya, saya ingat pernah membaca beberapa liputannya. Ketika itu saya masih SD!
Kang G, satu-satunya sunda yang saya temui selama masa "belajar dalam kelas" harus menerima kenyataan bahwa orang-orang sering memanggilnya Mas. Kalau bukan lulusan FSRD ITB, mungkin ia tak akan mengurusi desain visual majalah terkemuka media ini. Pak M, reporter senior yang kini mengepalai sebuah divisi. Tampak seperti seorang tua yang bahagia dengan membuat orang-orang tertawa.
Di luar lima orang itu, semua berbicara dengan aksen serupa. Tambahkan bunyi gamelan dan beberapa orang menari, lengkaplah sudah keluhuran musik pentatonis!
Tapi ini juga bisa jadi bukan masalah. Mungkin ini memang gambaran komposisi negara ini. Sebuah miniatur. Kenyataan bahwa pulau jawa menjadi pusat negara. Tidak banyak berubah dari perkataan DN Aidit dalam film propaganda G30S/PKI, "Jawa adalah kunci!"
Sebagai catatan, film ini diputar berulang selama puluhan tahun dan wajib tonton. Berarti pula perkataan "jawa adalah kunci" tersebut berkumandang puluhan tahun. Dan hingga kini jawa memang tetap menjadi kunci. Propaganda yang baik! Terima kasih Aidit! Terima kasih Orba!
Dan pulau jawa, indonesia, didominasi oleh, dari segi bebunyian, bletak-bletuk tadi. Bletak-bletuk ini menyebar dari pucuk eksekutif hingga TKI yang digampari majikannya di Singapura. Dari pergerakan kiri, fasis, islam liberal, teroris hingga intelijen. Dimana-mana ada! Berterimakasihlah pada semboyan "banyak anak banyak rejeki" yang dianut selama ratusan tahun.
Maka tak heranlah bila media ini pun didominasi bletak-bletuk tadi. Sebagai pilar keempat sebuah negara yang didominasi bletak-bletuk, hal ini tidak mengejutkan. Justru dapat menjadi isu berbahaya bila komposisinya tak mirip. Dengan mudah bisa dituduh memiliki agenda tertentu.
Artikel ini TIDAK bertendensi rasis. Bahkan konsep ras tidak bisa dipakai dalam masalah ini in the first place. Bukan, bukan rasis. Bukan juga SARA.
Ini hanya masalah bagaimana aksen itu terdengar seperti bletak-bletuk. Tambahkan gamelan dan orang-orang menari. Hhuahauhauua!
Well, someone has to laugh.
| lika March 6, 2005 09:27 PM PST yg komen pertama dapet apa dod? huhu.. senangnya yg memasuki dunia kerja di sebuah media terkemuka yang terbit tiap senin yg covernya selalu spekta yg [ternyata] penuh bledag bledug. huhue. jangan2 bln dpn ketemu kamu, kamu pun suDah ikut BleDaG BleDuG ya na' DHoDHi? (huruf kapital dibaca secara dalam dan memantul) | ||
| deppii March 6, 2005 10:57 PM PST huaa..ojo ngono tho dhod... la wong wes ketompo neng thempo kok jek ngelo'ke wong jhowo.. huhuhu.. ora sopan tenan... :p aku yo rodo rak mudeng je..jowo ki kunci maksude opo yo? saiki wes ra ono kunci inggris po piye?.. ganti dadi kunci jowo po?. oalaahh dhodd... suwi2 kowe neng kono dadi koyo ki manteb sing dalang kuwi lho dod.. "bumiii gonjang ganjiingg...langitt kelaap..kelaapp..." ting tung ting glung...ting tung ting glung.. * | ||
| pyro March 6, 2005 11:14 PM PST so, did you COME dod? i mean, did you? no further comment. | ||
| uyet March 7, 2005 01:26 AM PST well, first of all.. selamat memasuki dunia baru dod. second of all.. pgn denger kalo dodi dah kebawa2 ber-jawa ria ekekeek... | ||
| dinky March 7, 2005 07:07 AM PST dodi.. omedetou gozaimasu~ | ||
| maknyak March 7, 2005 07:27 AM PST hihihi ojo nyindir aku to dod. jowoku medok banget hehehe | ||
| anyezz March 7, 2005 10:29 AM PST jadi minoritas gak enak yah, dod.. hihi.. | ||
| jowie March 7, 2005 12:00 PM PST hehehe.. jawa adalah kunci. memang kunci untuk menguasai Indonesia. Ngomong-ngomong bahasa jawa, gue lagi belajar bahasa jawa. lucu ya, gue yang jawa ini tidak bisa ngomong jawa. mungkin kalo jawa ngoko bisa, logat jawa bisa, cuma jowo priyagung gue gak bisa. haiehiaheiahe. ya sud. mungkin kalo kita ktemu lagi logat-mu sudah mbledag-mbledug medok jawa.ehhehehehe | ||
| bLub March 7, 2005 01:10 PM PST ah.. senangnya melihatmu sudah bekerja *pelatihan ketang* dan tak lagi menghabiskan waktu di depan internet hehehe do some quality time :D iya.. jawa itu memborbadir negeri ini.. entah kenapa. bahkan gw yg gada darah jawanya pun di rumah dipanggil 'Mba" huanehhh | ||
| nova March 7, 2005 02:21 PM PST aku cinta jawa :) | ||
| aldi March 7, 2005 06:29 PM PST hm .. ga heran muncul slogan "Jawalah terus Indonesia!" | ||
| dv March 7, 2005 11:19 PM PST pacarku jawa.. hihi.. | ||
| arimbi March 8, 2005 06:10 AM PST abdi teh pituin jawa, tapi teu tiasa nyarios jawa, janten teu bebeledug-an hihihi.. | ||
| viga March 8, 2005 02:20 PM PST kamana wae atuh anjrit.... | ||
| Galih March 9, 2005 12:27 PM PST sekarang, Malaysia emang bener2 sucks kahn? seperti yg gue tulis kemarin kemarin? haha! | ||
| cta March 9, 2005 05:49 PM PST wakakakakakakakak.. *laugh at deppii* saya mengerti yg diomongin deppii.. hsuahsuashuashua.. sayakan multi bahasa.. bahasa indonesia, bhs inggris, bhs jawa dan bhs sunda tentunyah..hahahahaha.. ada toefl jawa/sunda ga yah..kekekekekek. | ||
| hujan matahari March 10, 2005 08:16 PM PST bletak bletuk bojleng bojleng ning nang ning gung.. orang-orang Jawa memang bener-bener penjajah! *woopz ini masuk kategori SARA rated yah?* Menjajah nusantara... hingga ke aksen-aksen-nya Hwhwhw.. FYI, gw jawa aseli. *biar ga dituduh sebagai penebar isu sensitif* ;D | ||
| salsa March 12, 2005 11:12 AM PST basa jawa itu ada macem2, tapi yang paling ngga 'ndeso' ya basa jawa timur alias basa surabayaan. Kalo basa jawa alus gw ga ngerti | ||
| poetra March 26, 2005 12:42 AM PST gak ngerti aku maksut postingan kau ini bah.. apa karena aku udah ngantuk kali ya.. oh iya, untuk sementara berhubung aku lagi malas ngurusin unhosted, kaw nikmati sajalah dulu blog sementaraku ini ya.. eh, pulang ke bandung dod! betah amat di jakarta.. heheheh.. | ||
| Corbin September 17, 2010 04:23 PM PDT I think so this post is very interesting and usefull for all us. We must follow this every time. | ||
| Leave a Comment: |