dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.

Form kontak

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

Next Entry
Previous Entry
Home

rss feed

Sebutir Upil di Lautan (Renungan Planetarium TIM)
Sunday, June 19, 2005

Untuk pertama kalinya, saya dan seorang kawan se-tempat-kerja mengunjungi planetarium Taman Ismail Marzuki. Cukup memalukan? Santai. Saya bisa menyebut lima kawan dekat yang, saya yakin pasti, belum pernah ke tempat itu. Hehehe.

Jumat (17/6), si kawan itu melontarkan sebuah ide. "Ke planetarium yuk!" Kenapa tidak? Kami pun berjanji bertemu di TIM Cikini, Jakarta, keesokan harinya.

Dengan karcis Rp 3500, kami duduk tak jauh dari proyektor bulat dengan banyak lensa. Di atas kami terbentang kubah yang menjadi layar proyektor, mensimulasikan kubah langit malam. Di belakang kami, duduk puluhan anak kecil dengan pendampingnya. Tampak pula beberapa pasang kekasih.

Sudah lama saya tak merasakan penantian seperti itu: menanti pemandangan seperti apa yang akan terlihat. Proyektor menyala mensimulasikan langit senja. Kemudian muncul bintang-bintang. Langit makin gelap, dan terbentanglah langit Bali Januari 2002.

Saya dan kawan berdecak kagum. Sedikit norak tak apalah. Jangan tanya suara cempreng anak-anak kecil itu!

Serasa di bawah langit malam, padahal jam belum menunjuk empat sore. Pikiran pertama yang timbul adalah, "boleh ngerokok ga ya?" Suasana menakjubkan itu tiba-tiba rusak karena di langit malam di atas kami tiba-tiba muncul tulisan besar dengan font zaman dulu: GALAKSI BIMASAKTI.

Sekitar satu jam ke depan, langit di atas kami juga berputar layaknya langit sungguhan. Suara seorang pria memandu lewat pengeras suara, menginformasikan penonton tentang Keppler, tata surya, diameter galaksi bimasakti, rasi-rasi bintang, dan berbagai hal yang mungkin tak sepenuhnya dipahami anak-anak kecil yang bersahutan ketika gambar, salah satunya, seekor anjing menimpa deretan bintang di rasi Canis Majoris (anjing besar).

Diantara penonton sempat pula ada yang menyalakan lampu ponsel, dan menyorotkan ke arah "langit timur". Cukup mengganggu. Lima tahun lalu, layar ponsel belum seterang sekarang!

"Coba itu, tolong matikan lampunya yah," suara si pemandu terdengar, menyadarkan saya bahwa suara yang terdengar bukanlah rekaman.

***

Menghibur. Informatif! Ternyata matahari bersama bintang-bintang lain di galaksi kita juga be-revolusi terhadap pusat galaksi. Kecepatannya 100 km/detik! Wah! Padahal bumi juga berotasi sambil mengelilingi matahari. Saat sama, ia menemani matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi. Dan galaksi pun, bukan tak mungkin, mengelilingi satu pusat yang lebih tak terjangkau lagi.

Dan saat yang sama, ruang angkasa meluas. Sebuah gerakan yang berawal dari Ledakan Besar (big bang). Teori Expanding Universe. Apa artinya? Posisi dalam ruang adalah relatif.

Ketika Lika di Bandung menemui Sita yang bermeditasi di Jatinangor, Lika juga menjadi bagian dari pergerakan benda-benda semesta itu. Ia tak hanya bergerak dari Bandung ke Jatinangor, namun juga memutari poros bumi, mengelilingi matahari, dan ikut mengelilingi pusat galaksi dan seterusnya.

Sita yang tampak diam bermeditasi (buat apa, Sit?) pun sebenarnyalah tak hanya diam!

Pengarang sebuah kitab-berusia ribuan tahun menyatakan, redaksinya kurang lebih: Kamu lihat gunung itu diam, padahal sesungguhnya ia bergerak cepat. Dia mungkin merujuk pada "ke-takadayangdiam-an" serupa.

Kitab itu bernama Al-quran. Ia juga menjadi tameng orang yang berpoligami (dan melukai hati istri pertama) maupun wakil rakyat yang menghujat Artika Sari Devi, sambil membiarkan rapat-rapatnya bertebar amplop tebal di parlemen Senayan.

Hmm. Saya pernah membaca bahwa ada sebuah kitab Hindu menyebutkan, semesta berdegup. Maksudnya, ia mengembang kemudian mengempis, kemudian mengembang dan seterusnya. Sebuah siklus eksplosi-implosi-eksplosi yang entah kapan berakhir.

Bila itu benar, wah, susah dipercaya bahwa pada siklus eksplosi semesta selanjutnya, saya akan kembali ke planetarium TIM lagi. Ternganga lagi. Mengetik tulisan ini lagi. Disetrap lagi. Belajar naik sepeda lagi. Menjatuhkan kolor lagi di kampus Atmajaya!

Tapi yang pasti, tak terbantahkan, adalah bahwa umur kita di bumi hanyalah jauh lebih kecil dari sepersemilyar bagian dari umur semesta.

Sebutir upil di lautan.
Semoga menulis, dan membaca, tulisan ini bukanlah sia-sia.


Oleh dodi, pada 03:44 am

rara
June 19, 2005   08:04 AM PDT
 
waaa planetarium!!! i've never been there since 5 years ago... :P Itupun waktu pergi pake acara diledekin satu rumah lagi hahaha... Gw cuek aja, penasaran gitu loh.. Dan kesimpulan gw, gw ga nyesel ke planetarium.. Satu saat gw mau lagi ke sana :)
randi
June 19, 2005   11:37 AM PDT
 
planetarium sama perang bintang yg di dufan bukannya mirip ?? hehehe.

ps: oh jadi pernah menjatuhkan itu di Atmajaya hueheheheheh.
N[a]
June 19, 2005   11:47 AM PDT
 
Gw udah pernah ke planetarium wekkk [tapi waktu karyawisata SD .. masih inget ngga sih istilah 'karyawisata' hihihi] .. dan kayanya bener sih, gw waktu itu gak ngerti apa-apa :p

Yah akhirnya.. segala-galanya memang relatif..

Demikian pula kesia-siaan.. tergantung dari mana memandangnya, dan lebih dari itu, tergantung dari usaha kita untuk 'memaknai' atau 'menghayati' apa yang kita tangkap..

[wew.. at least dalam hal ini 'pilihan' masih berlaku]
adezigh
June 19, 2005   03:39 PM PDT
 
ketika mata memandang langit bertabur bintang, terbersit di benak bahwa manusia itu gak lebih dari setitik debu dibelah tujuh!

Saya berpikir bahwa Dia yang menciptakan dan mengatur alam semesta semesta ini jauh lebih dahsyat. Tapi sayang, banyak manusia yang menyepelekan Dia. Bukan dari perkataan tapi dari perbuatan.

Ngomong2 soal planetarium, saya jg belum pernah ke planetarium. Sayang ya, pemandangan langit di sejumlah kota-kota besar tercemar oleh lampu kota.

cta
June 19, 2005   05:53 PM PDT
 
menyimulasikan, kang!

karna ibu menyapu.. bukan mensapu

polisi menyita.. nukan mensita.. huhuhu..

kalau begitu.. tunjuk satu bintang!
lika
June 19, 2005   05:56 PM PDT
 
lika jg blm pernah ke planetarium. kok tiket msknya murah amat yaaakkk..?

eh tp lika jg blm pernah mengunjungi sita yg sedang bermeditasi di jatinangor. ngapain pula si cta bermeditasi?
=p
dv
June 19, 2005   06:05 PM PDT
 
ah, dodi!

jadi mengingatkanku pada cita-cita masa kecilku yg tidak tercapai untuk menjadi seorang astronot.. huooo huoo.. *just bcoz i like stargazing so much dan suka nongkrong di genteng malem2*

waduh maap atuh. udah dv mah ga usah diblogline2 segala dijamin stiap kali kamu ke blog dv pasti ada postingan baru ko :P

btw, itu bukan lagu, itu curahan hati. emang mirip lirik lagu gituh? apa dv jual aja gitu yah ke cammeo? tapi berhubung vokalisnya cowo jadi judulnya diganti ajah jadi girl of your dreams.. huhu.. tapi nampak butut.. kalah dgn lirik2 laenya euy

ih, itu meni ada likasita ga ada devinya :( huks.

ichanx
June 19, 2005   06:14 PM PDT
 
berdasarkan meteor tertua yang ditemukan di bumi, umur jagad raya ini adalah 4,5 milyar taun. Tetapi berdasarkan perkiraan dari siklus hidup-matinya bintang menurut para astronom, umur jagad raya bisa ribuan kali jauh lebih tua dari meteor itu.... umur yang luar biasa...
b3akiNs
June 19, 2005   11:54 PM PDT
 
waduh si akang ngomong paan ya ini, cerita ttg bintang dan kawan2 di langit...semesta...

terus...ada poligami...Artika Sari...bumi berdegup...

duh...ga jelas banget sih?
an
June 20, 2005   02:07 AM PDT
 
planetarium... ah saya juga mau kencan ke planetarium. melihat bintang. eh deket2 situ, jualan makanan apa saja disana ya?

*teteup yg dicari makanan*
sa
June 20, 2005   06:25 AM PDT
 
saya jg blum pernah ke planetarium loh *sambil nyuap es krim*
... trus trus.. ketemu bintang pilem juga ga? *nyuap lagi..*
kamu ke sana ngapain, dod? *duh.. ampir abis es nya*..

eh iya, hampir lupa, makasih banyak ya ucapannya. *yaaa... abis, dod. tinggal gelasnya doank*
may'
June 20, 2005   11:39 AM PDT
 
Pass..banget gw baca tulisan ini, sebenarnya kemarin gw juga lagi ada di TIM, dan temen2 yang lagi pada "kanker" mengusulkan u/ masuk ke planetarium juga. tapi karena gosipnya bayar 10000, sedangkan harus memikirkan nanti juga bakal makan siang, lanjut makan malam, beli dvd dll..jadi ngga jadi masuk deh. tapi sebenarnya gw yang sangat suka dengan langit berbintang dan berbulan ini,,,sangatt pengen liat hiks..hiks....
pyro
June 21, 2005   09:30 AM PDT
 
di oseterali sini, ada planetarium sekeren itu ga yaaaaa? *ponder ponder ponder*

tuh ga sia2 postingnya bikin gue ponder ponder ponder...
kuda
June 21, 2005   06:07 PM PDT
 
gue sering bgt ke planetarium dod. sesering gue bersin garagara bulu kucing anggora sebelah rumah!

yusie
June 21, 2005   10:55 PM PDT
 
jangan gtu dod....gw blm pernah ke planetarium sama skali neeeh...
dari yg di boscha...ampe yg di TIM...blum pernah...
jadi...lebih memalukan sapa?? hehehehe gw seeh ga malu...byasa ajah...huhuhu
rafa
June 22, 2005   01:19 PM PDT
 
om curang...kok gak ngajak Rafa! kan Rafa sabtu kmrn ultah huhuhuhu *ngangis ngerengek ke mama biar diajak ke planetarium minggu depan*
its
June 22, 2005   10:21 PM PDT
 
terakhir gue ke sana waktu gue SD, dan itu juga utk yg pertama kalinya.

Hmm... film2nya masih sama gag yaa kek waktu gue liat jaman SD...
clodi
June 23, 2005   12:10 PM PDT
 
aku juga belum pernah tuh ke planetarium... tiap mo ke sana, tutup melulu... ada jadualnya gitu kan yah?

aku suka liat bintang.. oh, bintang! hehehe...

nice day yah dod!
-inex-
June 23, 2005   12:25 PM PDT
 
wah iyah tiket masuknya murah...

gw juga belom pernah masuk planetarium.. di sinih ada tapi.. ahuahuahau jarang ada yang mao diajak hix hix hix.. padahal kepengen liat... bagus yaQ T___T
ShOFa
June 24, 2005   07:04 PM PDT
 
ahhh gw lom pernah ke planetarium hikzz norak bgt yah?
nita
June 25, 2005   08:47 AM PDT
 
kopdaran blogger taun kpn pernah tu ke planetarium... mungkin de dodi blom lahir, hihihihi....

planetarium kan asik buat ngadem ya. murah lagi. klo di novel2 (picisan) jaman baheula mah suka disebut sbg tempat pacaran, abis gelap, bisa itu tuuu... hihihi..
bLub
June 25, 2005   05:04 PM PDT
 
gue ga pernah ke planetarium dod. Tapi pernah liat gambaran alam semesta itu dari sasana Budaya ganesha. Tau kan? di tempat apaaa gitu gue lupa. Bagus deh.
Secara gue adalah penggemar langit.

anyway.. kok contohnya c-ta ama lika? gua doonk!! *narsis*
Ken
June 28, 2005   04:09 PM PDT
 
Dod, gw salut ama tulisan loe, tp jangan sembarang tulis ya! Apalagi menyangkut agama. Gw yg Islam ini tersinggung dengan kalimat lo "Pengarang sebuah kitab-berusia ribuan tahun menyatakan, redaksinya kurang lebih: Kamu lihat gunung itu diam, padahal sesungguhnya ia bergerak cepat. Dia mungkin merujuk pada "ke-takadayangdiam-an" serupa.

Kitab itu bernama Al-quran. Ia juga menjadi tameng orang yang berpoligami (dan melukai hati istri pertama."

Maksud lo apa? Dan dari mana lo dapat sumber kalo dia (Nabi Muhammad) melukai isteri pertamanya dengan berpoligami? Hati-hati kalo nulis. Kami -orang Islam- dengan senang hati akan menumbahkan darah dan nyawa tuk membela Nabinya. Jaga itu !!!
Galih
June 28, 2005   05:16 PM PDT
 
Haha. Kena loe, Dod. Ternyata ada juga lho beberapa orang yang tidak menyetujui perbedaan kalimat plus sudut pandang. Ada yang berbeda dengan mereka (tanpa melihat lebih dalam), hukumnya adalah LIBAS.

Saat ini mungkin elo cuma tersenyum aja, Dod. Hihi. Tapi sekali lagi gue cuma mau ingetin untuk hati-hati.

Nggak salah khan, kalau gue juga mau bilang 'Jaga itu!!!'? Hihi.

Hidup Mbak Ken Widiyanti.
maknyak
June 29, 2005   11:25 PM PDT
 
aku pernah ke planetarium juga tapi planetarium ala montreal. bhsnya pake perancis yg aku sampe sekarang gak paham2 itu.tetapi bagus juga buat anak2. lebih hidup.
linda
June 30, 2005   06:27 PM PDT
 
linda kesana waktu SD, bareng sama temen2. sekarang pasti dah banyak perubahannya. hmmm... jadi pengen kesana lagi :)
arimbi
June 30, 2005   06:54 PM PDT
 
jadi inget waktu ke boscha, aku ma temen2x lupa mustinya dateng malem2x, akhirnya kita cuma dapet liat teropongnya doang
siwoer
June 30, 2005   07:24 PM PDT
 
Setdah perumpamaannya. Upil! mblok yao, debu gitu, jadinya bagai sebutir debu di lautan, kan enak :P
Romola
July 5, 2005   05:23 PM PDT
 
Waktu kecil sering banget ke planetarium. Kangen sebenernya. Kmaren 2 bulan hidup berdekatan dengan TIM, gimanaa gitu koq ga sempet aja masuk ke planetarium lagi. Dasar Jakarta!!
muthia Elshinta
July 9, 2005   05:30 PM PDT
 
duhhhhhhhhhhhhh...ibnu namamu dodi ternyata...
cie,,,,wartawan tempo yang ternyata berbakat menulis juga. dod,,eh nu, elo udah gua add di friendster jangan lupa di approve yah.heheh
Putri
August 3, 2005   01:52 PM PDT
 
Owwh... Judul yang jorok!


Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







bacaan! login img 1n3x Aban An Anakbaik Ayu Bea Blub Cipi Crey Cta De Dessy Didats Dv Dinky Enda Fahmi Femmy F-R-G G.B.T. Gina Gio Ichanx Iebud Ika Ikez Indie Jane Joey Kuda Lika Maknyak Mamatz Maria Mea Miranda-(2) Mput N[a] Nazla Nova Pyro Rara Rur Sandra Santie Shofa Sitta-(2) Siwoer Sunshower Vi3 Viga Yusie

Blogdrive



Free Domain Name - www.YOU.co.nr

Belanja clothing Bandung online? Klik: