dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.
(saya kira, blog hijau ini cukup sampai disini saja lah ya.. see you soon!)
"Ya wajarlah. Soalnya (harga) BBM naik," kata ibu ini. Ketaksetujuan, saya simpan saja dalam hati.

Jadi, Sabtu (16/10) sore kemarin, saya sedang menumpang sebuah angkot yang menuju stasiun Jakarta Kota. Saya berencana menuju halte bis Transjakarta -yang oleh pengelola disosialisasikan sebagai bis Tije, tapi tak memperoleh antusiasme yang cukup- yang terletak di hadapan stasiun Kota.
Sore itu cukup gerah, tapi angin bertiup kencang menyongsong hujan. Lebih ke selatan, langit Jakarta sudah sangat gelap. Orang-orang tampak terburu-buru menghindari limpahan hujan, yang kedatangannya sudah tercium di tengah-tengah cemar udara.
Angkot tak begitu penuh. Selain sopir, penumpang hanya empat termasuk saya. Di depan Harco Mangga Dua, naik seorang pria membawa bungkusan, duduk di kiri saya. Tiga pria lain menyusul satu demi satu, berturut-turut, seiring angkot merambat maju.
Tiba-tiba bungkusan plastik orang di sebelah kiri saya, jatuh. Ia mengambilnya sambil sedikit menggerutu, mengatakan isinya burung beo. Bunyi siul beo melengking. Semua penumpang pun memperhatikan bungkusan itu, termasuk dua penumpang lain yang baru naik.

Orang di sebelah kiri si pemilik beo kemudian membuka pembicaraan, menyatakan tertarik dengan beo itu. Si pemilik pun mempromosikan kebisaan lain si beo menirukan ucapan salam. "Assalaamu'alaikum," terdengar lagi lengking cempreng beo. Pria lain menimpali, menanyakan harga bila beo itu dijual. "Satu juta lapan ratus," kata si pemilik. Sisa penumpang, termasuk seorang gadis, perempuan setengah baya, dan seorang pria 30-an tahun, tampak makin tertarik. Mereka tersenyum-senyum mendengar beo yang membeo.
Seorang yang memakai baju merah dan topi bisbol, kemudian meminjam bungkusan itu dan mengintipnya. Lengkingan beo kembali terdengar, mengucap salam-lah, halo-lah, dan berbagai celotehan menakjubkan.
Tapi, tiba-tiba saya tersadar. Pemilik beo dan tiga orang yang ribut-ribut masalah beo itu, semuanya naik angkot dengan jeda yang sebentar. Saya curiga. Dan ketika suara cempreng mengucap salam kembali berkumandang, saya perhatikan betul-betul mulut si pria berbaju merah tadi.
Mulutnya bergerak, tipis sekali. Suara perut yang handal!
Di luar empat (diduga) anggota komplotan-beo dan sopir angkot (sibuk nyopir), lima penumpang lain makin takjub mendengar celoteh beo itu. Semua senyum-senyum. Para anggota komplotan mulai menyebut-nyebut harga. "Wah ini beo bagus, gimana kalo Rp 400 ribu aja," kata yang duduk di kiri pemilik beo. Edan, dari Rp 1,8 juta jadi Rp 400 ribu.
Tiga orang kawan pemilik beo kemudian menawarkan beo itu pada penumpang. Caranya cukup halus, lah. Seakan-akan tengah bercanda. "Mbak, ini nih, burungnya bagus." Si cewek senyum-senyum menggeleng. "Engga punya duit."
Pria di kiri pemilik beo kemudian berkata, "Ya udah lah saya ambil. Tapi kita balik lagi ke Pademangan." Si pemilik menyambung, "Wah jauh dong. Saya buru-buru. Kalo mau sih disini aja. Terserah deh mo nawar berapa." Penumpang di kanan saya tampak khusyuk memperhatikan dialog itu. Si baju merah rupanya tahu. Ia pun mendorong orang ini. "Udah tuh pak, ambil aja. Emang punya duit berapa?" tanyanya.
Saya geregetan sekali ketika si bapak di kanan saya ini menyahut, "Cuma ada Rp 200 ribu." Makin bisinglah angkot dengan "suara-suara beo" yang menakjubkan itu, dan juga dorongan agar si bapak itu membeli. Saya menoleh ke kanan, menyaksikan wajah si bapak yang udah pengen banget punya beo yang bisa bilang assalaamu'alaikum. Sementara itu, penumpang-penumpang lain masih saja bertahan dengan senyum-senyum kagum.
Terdorong rasa geregetan, saya pun menunggu saat yang tepat memotong pancingan komplotan-beo itu. Tentunya, sambil berpikir bagaimana caranya menyunat antusiasme si bapak yang sudah siap merelakan uangnya demi beo super jago itu.
Ketika pria berbaju merah, yang gencar mengompori si bapak, menarik napas di tengah provokasinya, saya pun angkat suara. "Pak," kata saya. "Saya juga kenal penggemar burung dekat sini, kok. Dia pasti mau beli."
Si baju merah tampak tertarik. Pemilik, dan dua anggota komplotan lain pun lantas menoleh untuk menyimak tawaran saya. "Ini tempatnya deket kok. Ikut saya aja yok," kata saya, "ke POLSEK TAMANSARI!"
Komplotan tak menyahut, tapi wajah-wajah mereka sedikit berubah. "Pak Wakapolsek itu senang burung. Tawarin aja ke dia, Ajun Komisaris Polisi Muhammad Kurniawan," lanjut saya. Pria berbaju merah bertanya, "Rumahnya di mana tuh, si kapolsek?"
"Ngapain ke rumah segala. Ke polseknya aja langsung. Deket kok. Biar seneng kan, bisa jual ama polisi. Kan bisa dapet harga tinggi tuh," kata saya, sambil menoleh pada pemilik beo. Leher pria berbaju merah bergerak menelan ludah. Si pemilik beo kemudian meminta sopir minggir. Tak dia tegur lagi si bapak sebelah kanan saya yang hampir tertarik pada superbeo itu.
Pria berbaju merah menyusul turun. Di angkot, masih ada dua anggota lain. Salah satunya, yang tadi membuka pembicaraan dengan pemilik superbeo, kini duduk di kiri saya. Saya pun melirik ke dia sambil memiringkan badang, hendak mengambil uang untuk membayar angkot. "Misi, BOS," kata saya dengan tekanan pada kata 'bos'. Sok celingak celinguk, dia pun hengkang disusul temannya yang sok sibuk melihat ke depan, belakang, kiri dan kanan.
"Nipu tuh! Mulutnya aja gerak," kata saya pada penumpang, terutama si bapak sebelah kanan saya. Penumpang lain, yang tampaknya tersadar ketika saya mengajak komplotan ke polsek, langsung timpal menimpali. "Iya tuh, saya juga udah curiga," kata si bapak di kanan. Dalam hati saya masih geregetan. Hampir kehilangan Rp 200 ribu, masih saja jaga wibawa.
Orang-orang pun membahas. Kok tega, lah. Puasa-puasa gini, lah. Dan segala macam kecaman moral.
Nah, di saat itulah si perempuan setengah baya mengatakan hal yang membuat saya hampir saja mengira dia seekor beo. "Ya wajarlah. Soalnya (harga) BBM naik," kata ibu ini.
Duh, bu. Plis, atuh lah!
| pyro October 16, 2005 06:30 AM PDT katamyu, burungmu rajin. bisa ngomong juga ga? boleh gue plastikin ga? boleh gue jual Rp 1.8 jt ke bapak2 di angkot juga ga? kalo bisa ngmg sendiri, gue ga perlu latihan jadi ventriloquist bo. trus trus, dia suka olahraga ga? ikut puasa ga? kalo gue pulang indo kasih liat gue yah :D | ||
| Muthia Elshinta October 16, 2005 02:55 PM PDT Emang beneran mau udahan si bloggernya..yah..sayang banget nu, teemn-temen gua jah di elshint audah baca yang rutin liat blog luh...they trully love your writing budz... Walu pun background blog luh ijo lumutan nggak jelas,,,every body still fallin in love with teh writing .... So keep on writing ok | ||
| dv October 16, 2005 03:28 PM PDT karena akan berlanjut di meja hijau *garing yah* | ||
| itha October 16, 2005 06:20 PM PDT mo kemane lo dod? banyak amat yak yang mo nutup blog. lagi tren gitu? hmmm... gue juga mo ahhh... | ||
| neng.gina October 16, 2005 07:44 PM PDT wah kamu modern hero yah!! ck ck ck, nggak dapet thank you lagi, nggak apa2 lah, pasti di catat sama yg di atas!!! hehehe :) | ||
| lika October 16, 2005 08:54 PM PDT ibnu... owhh!!!!!! engkaulah pahlawankuh... ahak ahak saya membaca adegan kmu meng-cut sandiwara beo itu dgn deg2an dan penuh excitement. tdk kukira kmu melakukan hal ituh. huhu. apalagi pas bagian kmu bilang "misi, bos" <--dengan penekanan pada kata 'bos'. wuihhh,, gagah sekali kedengarannya. saya merasa seperti james bond menyatakan cinta kepada saya.. btw,, akyu jg prnh tuh ada sandiwara beo gt di angkot, tp komplotannya kynya cmn berdua, tp gatau tuh kelanjutannya dibeli ato ngga soalnya akyu keburu turun. dan itu keliatan banget bo'ongnya gt loh.. burungnya diplastikin tp suaranya nyaring bgt ngga kebekem (bhs indonesianya apa ya) duh maap saya nulis panjang amat yah.. udah ga prnh posting lagi sih. yaa wajar lah, kan (harga) BBM naik.. | ||
| cta October 17, 2005 07:58 AM PDT harus difilmin nih.. ato dijadiin semacam pesan layanan masyarakat! hmm.. lumayan buat bahan siaran satu cut..hueheuheuehueu.. =) wah.. kok brenti.. padahal kan bentar lagi ulang taun ini blog.. mm.. 26 nopember? | ||
| kuda October 17, 2005 05:28 PM PDT lalu mereka kembali lagi dan mengajak komplotan pam-swakarsa, preman jakarta utara-barat, FPI, FBR, dan organisasi massa pemuda setempat. di tikungan lampu merah dekat tamansari (ini deket ITB, Bos? *dengan penekanan pada "bos"), mereka mencegat angkot sang tokoh utama. dan sang tokoh dipukuli hingga babak belur. tapi diantara kesusahan, sesungguhnya ada kemudahan. datanglah seorang pahlawan cewe berbibir raksasa dengan kostum vicky burki. semua penjahat dibasmi hingga tuntas. hanya karena pahlawan ini ingin mengatakan berdebat panjang dengan si tokoh. "Soalnya saya salah satu yang setuju dengan kenaikan BBM," ujar dia. Mari kita lanjutkan diskusi kitaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...aaa ...*dimanaaaa anakku dimanaa istriku...* | ||
| ShOFa October 17, 2005 06:56 PM PDT duhhhh makin serem aja yah para penipu bnyk modusna *takut* | ||
| VaNYa October 17, 2005 07:42 PM PDT serius loe? berani amaaaaaaaaatttt yah maksudnya baik sih.. tapi kalo gerombolan beo itu marah dan loe digebukin? *serem sendiri* | ||
| deppii October 17, 2005 08:51 PM PDT eh saya jg tau tuh yg nipu2 pake beo gitu.. temen saya tp yg tau.. Ada lg yg mo ngerampol tp dramanya sok muntah2 gitu.. di angkot Kp.Melayu-Senen.. huhhhhhhh dasar sial | ||
| lika feat.cta October 17, 2005 08:52 PM PDT datanglah seorang pahlawan cewe berbibir raksasa dengan kostum vicky burki. semua penjahat dibasmi hingga tuntas. <---- NJRIT!!! kaya kenal.. fhufhfhfufufu | ||
| deppii October 17, 2005 10:11 PM PDT eh ada apaan dgn vicky burki? perampoknya pake kostum vicky burki?... Kuda, Lika & Cta mau aerobik? | ||
| cta October 18, 2005 08:25 AM PDT bukan mo erobik.. maen kartu doang kok, dengan nama ayam betutu, sirip ikan hiu, ayam cakalang (kudunya kan ikan??), empal gentong dan soto medan... trus sahurnya pake mie instan, menu paling bergizi sedunya.. trus bobonya didepan tipi.. trus nonton ceriwis sambil ngeringin rambut.. si lika tuh yang make kostum viki burket..wekekekekekek... dasar bibir besaaaarrr.. bibir besaaaarrrr...... | ||
| bLub October 18, 2005 05:33 PM PDT kok mo hiatus sih, jek? mo jadi kasir TiJe yah | ||
| modjo October 18, 2005 10:09 PM PDT you saved the poor guy! You were the anonymous hero dude... engga banyak lho org yg berani kaya gitu :) | ||
| lika October 19, 2005 05:41 AM PDT hah?!?! itu kenapa komen akyu kok tulisan lika feat. cta yah?? itu komen pribadi looooh.. si cta kenapa kebawa2 yah.. wadooohhh akyuu dihantui gadis gila ituh.. huuuu biarlah akyu berbibir besar. angelina jolie juga berbibir besar seksi seperti dirikuh.. biarlah akyu memakai kostum vicky burki, asalkan aku tidak suka meminum urine sendiri seperti dirinya.. *komen yg tdk nyambung, tapi wajar lah.. BBM kan lagi naik* | ||
| siwoer October 19, 2005 09:28 AM PDT beda lagi. dulu pernah juga kyk gitu. cuman seangkot gak ada yg merhatiin, soalnya udah pada tau kalo boong-2an. dan crita kyk gitu udah banyak banget. makanya pas komplotannya tawar-2an juga gak diperhatiin. pas nawar ke org juga jawabnya 'gak suka miara burung'. yah gitu deh, akhirnya mrk turun. dan gitunya turun, org-2 pada brisik, emang gak tau apa, beo boong-2an. :D | ||
| Kikie October 19, 2005 01:06 PM PDT uh uh .. bahaya nih, makin banyak yang nipu begitu ... makin canggih lagi nipunya .. :( hebat, latih suara perut buat nipu!! hah. dibilang wajar, lagi .. gara2 BBM naik ... ntah apa .. | ||
| yusie October 19, 2005 01:15 PM PDT klo ada copet di bus yg mengalihkan perhatian si korban dgn menepuk˛ bagian bawah celana, kamu bakal nge-cut aksi mereka dgn apa?? heuheuheu...ati-ati yah..di incer sama si penipu..huhuhu...jagowan deh...kutunggu aksimu selanjutnyah. tapi mo hiatus ya?? dah selsay nonton ALias blm? dah mo lebaran ini teh...heuheuheuheu | ||
| bLub October 19, 2005 06:43 PM PDT sori jek, kemaren ga baca sama sekali. Sekarang baru baca. Per paragraf, per-alinea, dengan seksama... SUNGGUH Loh... tidak bohong komentar gue cuman: halah... dunia sudah semakin kacau memang | ||
| Ririn October 20, 2005 09:36 AM PDT si mami aku pernah ketipu di 'bemo' ketika pulang kerja... perasaan dia mengatakan 'burung gentilang-nya' tuh bisa bunyi macam2 herannya si mami menurut juga beli tuhhh akhirnya di rumah tuh hewan besoknya mati entah berapa kali si mami aku mengalami kejadian penipuan dan pencopetan di bemo, sejak saat itu si bapak gak tega membiarkan si mami berangkat kerja sendirian :) bukan perkara bbm sih, ya orang nya aja gak mau susah2 bekerja :) | ||
| cta October 20, 2005 11:52 AM PDT beo bisa nyanyi lagunya nania ga yah.. hohohohoho.. gw beli dah!!! | ||
| ica October 20, 2005 02:44 PM PDT napa siiyy.. nggak terusin aja? hiatus boleh lah... tapi bentar aje ye... :) | ||
| maknyak October 20, 2005 08:20 PM PDT jgn hiatus lah *demo* eh untung dia bawak burung beneran. lha klo burungnya orang? hehehhe | ||
| Galih October 21, 2005 04:14 PM PDT Dod, itu cuma setitik! Kelak, elo akan jumpa yang lebih besar di kota yang sangat 'aman' ini! Hihi! Malak anak SD swasta yuk? Hiatus? Paling cuma ganti lay out aja! TARUHAN! | ||
| sa October 23, 2005 04:08 AM PDT yg ijo ditutup, nanti buka yg merah. ya ga, dod. alasan ditutup: si burung pk warna yg beda. :p | ||
| viga October 24, 2005 05:20 AM PDT lebarannnnn sebentaaaaarrr lagiii * nyanyi2 * | ||
| romola October 25, 2005 07:43 PM PDT Di Bandung jg dah sering yg beginian | ||
| vi3 October 25, 2005 09:06 PM PDT brani amad kamu, dod.. salud vi3 mah... | ||
| vi3 October 25, 2005 09:11 PM PDT brani amad kamu dod... salud deh vi3... | ||
| dodY October 28, 2005 08:33 PM PDT karena serba susah makanya hari gini paling asik jadi tukang tipu! heuehue :-) | ||
| Leave a Comment: |