dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.
Hari yang panas di Jakarta. Langit cerah. Matahari bersinar dari arah atas kepala. Melayang di antara gedung jangkung adalah asap kendaraan bermotor. Efek rumah kaca memerangkap panas. Badan gerah, titik keringat menyusup melalui pori-pori kulit.
Dan di atas trotoar sentra bisnis Sudirman, kaki saya melangkah. Napas agak terengah. Dua gedung bersampingan menyambut. Mereka berdiri tegak. Saya pun berbelok ke kanan, menaiki tangga ke lantai satu. Ingat, lantai dasar adalah ground floor. G.
Saya mendorong pintu sebuah ruangan di lantai satu. Beberapa kepala menoleh. Hai, darimana. Kemaren kok engga kesini. Ya sapaan seperti itulah. Saya menjawab seperlunya.
Sebab saya haus. Maka satu gelas plastik saya cabut dari kemasannya. Dispenser mengucurkan air. Glek. Ah segarnya!
Tapi hal-hal yang terjadi di dalam kepala memang tak tertebak. Segar air dingin dari galon bertuliskan Aqua tiba-tiba menghablur. Ilang feeling lah, kira-kira.
Sebab teringat pada sebuah nama: Danone. Bumi, air, udara dan tetekbengek di sekitarnya adalah milik negara dan dipergunakan sebanyak-banyaknya untuk kemakmuran rakyat. Dan "sebanyak-banyaknya", apakah artinya? Persentase saham di perusahaan berembel Tbk. (maupun yang tidak)?
Ah. Pikiran kurang ajar. Saya keluar dari ruangan itu, menuju ruang istirahat: sebuah jamban modern. Berterimakasihlah pada modernisasi karena telah membuat tempat berak dan kencing menjadi nyaman, harum, lega dan dingin!
Saya mengucurkan air dari keran wastafel. Airnya sejuk. Segar. Tapi sekali lagi, pikiran memang kurang ajar.
Karena saya teringat dua buah nama: Thames dan Lyonaisse. Perusahaan air asal Inggris dan Perancis itu, bersama Perusahaan Air Minum, bekerjasama mengalirkan air ke rumah-rumah di Jakarta. Ketika orang-orang berkulit kuning langsat dan kecoklatan berteriak di jalan agar tarif air tak dinaikkan, orang-orang kulit putih itu juga berteriak, "Kami akan cabut investasi."
Begitulah, wajah sebuah negara. Wajah yang --ah menjemukan sekali istilah ini-- kapitalistik?
Dan di sekitar Blok Cepu, orang-orang itu bersujud syukur. Ada pula yang membotaki kepalanya.
Mereka juga minum air, tentu.
| kuda March 24, 2006 11:29 AM PST lead deskriptif! yes! | ||
| dv March 24, 2006 11:47 AM PST saat ini dv lagi minum air minum dalam kemasan (amdk) bermerek al ma'soem.. padahal al ma'soem itu kan pom bensin yah.. jangan2 yg dv minum bensin? | ||
| sa March 24, 2006 03:05 PM PST :) selamat hari air sedunia. | ||
| kikie March 24, 2006 07:27 PM PST untung oksigen bebas masih gratis. atau ...? bukan sungai, tapi kolam susu (coklat). :D; | ||
| ichanx March 25, 2006 01:25 AM PST untung sayah mah pencinta air minum isi ulang... ;p | ||
| sybond March 25, 2006 06:40 AM PST Saya minum apa saja... | ||
| putsky March 25, 2006 07:51 AM PST and we can only sit and watch... | ||
| cta March 27, 2006 08:21 AM PST air yang saya minum made in water heater haha.. wah.. jadi inget blom bayar aer.. uhuhu | ||
| pyro March 27, 2006 10:54 AM PST guess what? danone udah ekspor AQUA ke perth... gue baru beli di salah satu supermarket disini. buset aja.. | ||
| cito March 27, 2006 02:26 PM PST kalo di ciwidey siy, air minumnya langsung dari alam. hihi jadi ga bayar, tinggal bikin pipa. tapi sekarang udah banyak juga yang pake pam. termasuk keluarga aku. dodii aku mau ke jakarta... | ||
| Name March 28, 2006 06:57 AM PST Begitulah, wajah sebuah negara. Wajah yang --ah menjemukan sekali istilah ini-- kapitalistik? but thats what happening...and wajah itu yang kita lihat tiap detik..... suka tidak suka... | ||
| iebud March 29, 2006 07:33 PM PST minumlah air putih delapan gelas sehari, selain dapat menguruskan badan, kulit akan tetap segar selalu saya berusaha ke cirebon (pulang kampung) ntar september hehe ^^ | ||
| doel March 29, 2006 08:53 PM PST dod...gmn yg di bdg ya?...gw tiap ari lewat ngeliat mobil pengangkut tinja, lagi nyedot aer comberan, setelah gw tanya...dengan polos dijawab "bwat diminum lagi nanti" ..... | ||
| poetra March 30, 2006 09:35 AM PST dan berjuanglah para proletar! berjuanglah untuk cintamu.... *manusia galau selalu* | ||
| lika April 1, 2006 06:32 AM PST bodo amat ah yg penting masih bisa minum.. *apatis* heuhue /me mencekik diri sendiri. aaarrghhhh tak tahan lagiiiii ehm.. maaf, paragraf di atas out of topic. malah curhat | ||
| SasQo April 1, 2006 10:05 AM PST serangan fajar hari kebohongan! ~ met pagi... | ||
| aulia April 3, 2006 01:09 PM PDT what a blog... keren bgt... | ||
| sha April 12, 2006 12:13 PM PDT hmmm.... air air air... hal sepele tp selalu jadi masalah. iya kan? entah itu air banjir, kekurangan air, air kemasan, air minum biasa, perusahaan air, segala macam air.... milik rakyat.. tp..begitu mendatangkan uang. jadi bukan milik rakyat lagi. memang edan ini negaramu.... mau jadi kapitalis, tp rakyatnya ndak siap. mau jadi komunis, itu koruptor mau dikemanain? mau jadi negara demokrasi, tp ... banyak laskar yang memaksakan kehendak atas nama rakyat. intinya... memang negara ini lagi kebingungan. SALAM KENAL!!!! | ||
| Leave a Comment: |