dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.

Form kontak

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

Next Entry
Previous Entry
Home

rss feed

Air
Thursday, March 23, 2006

Hari yang panas di Jakarta. Langit cerah. Matahari bersinar dari arah atas kepala. Melayang di antara gedung jangkung adalah asap kendaraan bermotor. Efek rumah kaca memerangkap panas. Badan gerah, titik keringat menyusup melalui pori-pori kulit.

Dan di atas trotoar sentra bisnis Sudirman, kaki saya melangkah. Napas agak terengah. Dua gedung bersampingan menyambut. Mereka berdiri tegak. Saya pun berbelok ke kanan, menaiki tangga ke lantai satu. Ingat, lantai dasar adalah ground floor. G.

Saya mendorong pintu sebuah ruangan di lantai satu. Beberapa kepala menoleh. Hai, darimana. Kemaren kok engga kesini. Ya sapaan seperti itulah. Saya menjawab seperlunya.

Sebab saya haus. Maka satu gelas plastik saya cabut dari kemasannya. Dispenser mengucurkan air. Glek. Ah segarnya!

Tapi hal-hal yang terjadi di dalam kepala memang tak tertebak. Segar air dingin dari galon bertuliskan Aqua tiba-tiba menghablur. Ilang feeling lah, kira-kira.

Sebab teringat pada sebuah nama: Danone. Bumi, air, udara dan tetekbengek di sekitarnya adalah milik negara dan dipergunakan sebanyak-banyaknya untuk kemakmuran rakyat. Dan "sebanyak-banyaknya", apakah artinya? Persentase saham di perusahaan berembel Tbk. (maupun yang tidak)?

Ah. Pikiran kurang ajar. Saya keluar dari ruangan itu, menuju ruang istirahat: sebuah jamban modern. Berterimakasihlah pada modernisasi karena telah membuat tempat berak dan kencing menjadi nyaman, harum, lega dan dingin!

Saya mengucurkan air dari keran wastafel. Airnya sejuk. Segar. Tapi sekali lagi, pikiran memang kurang ajar.

Karena saya teringat dua buah nama: Thames dan Lyonaisse. Perusahaan air asal Inggris dan Perancis itu, bersama Perusahaan Air Minum, bekerjasama mengalirkan air ke rumah-rumah di Jakarta. Ketika orang-orang berkulit kuning langsat dan kecoklatan berteriak di jalan agar tarif air tak dinaikkan, orang-orang kulit putih itu juga berteriak, "Kami akan cabut investasi."

Begitulah, wajah sebuah negara. Wajah yang --ah menjemukan sekali istilah ini-- kapitalistik?

Dan di sekitar Blok Cepu, orang-orang itu bersujud syukur. Ada pula yang membotaki kepalanya.

Mereka juga minum air, tentu.


Oleh dodi, pada 11:52 pm

dv
March 24, 2006   11:47 AM PST
 
saat ini dv lagi minum air minum dalam kemasan (amdk) bermerek al ma'soem.. padahal al ma'soem itu kan pom bensin yah.. jangan2 yg dv minum bensin?
ichanx
March 25, 2006   01:25 AM PST
 
untung sayah mah pencinta air minum isi ulang... ;p
sybond
March 25, 2006   06:40 AM PST
 
Saya minum apa saja...
putsky
March 25, 2006   07:51 AM PST
 
and we can only sit and watch...
cta
March 27, 2006   08:21 AM PST
 
air yang saya minum made in water heater

haha..

wah.. jadi inget blom bayar aer.. uhuhu
pyro
March 27, 2006   10:54 AM PST
 
guess what?
danone udah ekspor AQUA ke perth...
gue baru beli di salah satu supermarket disini. buset aja..
cito
March 27, 2006   02:26 PM PST
 
kalo di ciwidey siy, air minumnya langsung dari alam. hihi jadi ga bayar, tinggal bikin pipa. tapi sekarang udah banyak juga yang pake pam. termasuk keluarga aku. dodii aku mau ke jakarta...
Name
March 28, 2006   06:57 AM PST
 
Begitulah, wajah sebuah negara. Wajah yang --ah menjemukan sekali istilah ini-- kapitalistik?

but thats what happening...and wajah itu yang kita lihat tiap detik.....
suka tidak suka...
iebud
March 29, 2006   07:33 PM PST
 
minumlah air putih delapan gelas sehari, selain dapat menguruskan badan, kulit akan tetap segar selalu

saya berusaha ke cirebon (pulang kampung) ntar september hehe ^^
doel
March 29, 2006   08:53 PM PST
 
dod...gmn yg di bdg ya?...gw tiap ari lewat ngeliat mobil pengangkut tinja, lagi nyedot aer comberan, setelah gw tanya...dengan polos dijawab "bwat diminum lagi nanti"

.....
lika
April 1, 2006   06:32 AM PST
 
bodo amat ah yg penting masih bisa minum..
*apatis*
heuhue

/me mencekik diri sendiri.
aaarrghhhh tak tahan lagiiiii

ehm.. maaf, paragraf di atas out of topic. malah curhat
SasQo
April 1, 2006   10:05 AM PST
 
serangan fajar hari kebohongan! ~

met pagi...
aulia
April 3, 2006   01:09 PM PDT
 
what a blog...
keren bgt...

sha
April 12, 2006   12:13 PM PDT
 
hmmm.... air air air... hal sepele tp selalu jadi masalah.
iya kan?
entah itu air banjir, kekurangan air, air kemasan, air minum biasa, perusahaan air, segala macam air....
milik rakyat.. tp..begitu mendatangkan uang. jadi bukan milik rakyat lagi.
memang edan ini negaramu....
mau jadi kapitalis, tp rakyatnya ndak siap.
mau jadi komunis, itu koruptor mau dikemanain?
mau jadi negara demokrasi, tp ... banyak laskar yang memaksakan kehendak atas nama rakyat.
intinya... memang negara ini lagi kebingungan.
SALAM KENAL!!!!


Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







bacaan! login img 1n3x Aban An Anakbaik Ayu Bea Blub Cipi Crey Cta De Dessy Didats Dv Dinky Enda Fahmi Femmy F-R-G G.B.T. Gina Gio Ichanx Iebud Ika Ikez Indie Jane Joey Kuda Lika Maknyak Mamatz Maria Mea Miranda-(2) Mput N[a] Nazla Nova Pyro Rara Rur Sandra Santie Shofa Sitta-(2) Siwoer Sunshower Vi3 Viga Yusie

Blogdrive



Free Domain Name - www.YOU.co.nr

Belanja clothing Bandung online? Klik: