dodi. jakarta. jurnalis. kopi dengan krim. teh. rokok. rindu bandung. baca. melamun. nulis dikit. jalan-jalan sendirian.

Form kontak

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

Next Entry
Previous Entry
Home

rss feed

Matinya Sang Gubernur
Saturday, April 01, 2006

Sang Gubernur duduk, sedikit lelah. Hadirin baru saja bertepuk tangan mendengar pidatonya. Tepuk tangan basa-basi. Apa pun isinya, mereka toh tetap akan menepukkan telapak tangan.

Dia baru memberi sambutan di sebuah acara. Pokoknya, sesuai jadwal yang disusun sekretarisnya, hari itu dia harus hadir di depan ratusan orang untuk memberi pidato, yang teksnya juga sudah disusunkan. Dia tak hanya membaca, tapi diberinya sedikit improvisasi. Bagian awal dan akhir pidato, Sang Gubernur mengabaikan teks yang dirasa terlalu formal.

Kini di meja di depannya, sebuah piring berisi kue-kue terletak. Di samping kanan piring, di atas taplak meja warna biru, ada segelas air kemasan. Sang Gubernur, haus setelah berpidato, menyambar air itu. Sedotan dia tusukkan dan dalam hitungan detik, air pun habis.

Setelah sedikit berbasa-basi dengan seorang kepala dinas dan seorang lagi, entah siapa, yang berbicara tentang pemilihan kepala daerah, Sang Gubernur pun beranjak. Bersama supirnya, dia berjalan menuju mobil dinas sambil melambaikan tangan ke hadirin. Dia berhenti sejenak untuk menjawab pertanyaan beberapa wartawan.

"Kita langsung ke kantor saja," Sang Gubernur memerintah supir. Tapi mobil itu tak pernah mengantar Sang Gubernur ke sana.

Di tengah jalan itu, telepon genggam Sang Gubernur berbunyi. Dia menjawab dengan menyalakan pengeras suara. "Hei babi," kata si penelepon. Gubernur terperanjat. Siapa ini, dia bertanya. "Hei babi! Kau akan mati! Kau minum racun, goblok!"

Telepon terputus. Gubernur diam. Saat yang sama, dia mulai merasa pusing. Mual. Penglihatannya kabur, berkunang-kunang. "Belok ke rumah sakit!" kata dia pada supir. Supir yang panik memacu kendaraan ke rumah sakit.

Gubernur sempat dirawat di ruang khusus. Tapi dia tak mampu bertahan. Penyebab matinya, kata pihak rumah sakit, adalah serangan jantung.

Yang tak diketahui adalah, air kemasan yang diminum Sang Gubernur telah diracun. Seseorang menyuntikkan sesuatu dari atas penutup air kemasan, sebelum air itu disajikan di kursi Sang Gubernur di acara tadi.

Di Jakarta, kepala badan intelijen terhenyak menerima laporan itu. Pelakunya adalah sayap klandestin pergerakan anti-integrasi. Maka diluncurkanlah sebuah propaganda, tentang kebusukan seorang anggota parlemen.

Untungnya mereka punya stok yang banyak untuk isu seputar anggota dewan. Penyebab kematian Gubernur berhasil dibelokkan. Presiden secara pribadi menyatakan pujian pada kepala badan intelijen, dalam sebuah pertemuan empat mata.

Kini, seorang gubernur baru telah terpilih melalui proses pemilihan kepala daerah.


Oleh dodi, pada 12:49 pm

sazi
April 1, 2006   03:26 PM PST
 
alo dodi! ^^ eh, story beneran nih? *g nyalain tv*
pyro
April 1, 2006   09:58 PM PST
 
dod... ga beneran kaaan??
cta
April 3, 2006   12:03 PM PDT
 
harusnya suntik imunisasi..
stella
April 3, 2006   08:26 PM PDT
 
cerita sembarangan?
atau beneren?
thx for droppin by~ :)
anonimus
April 4, 2006   10:16 PM PDT
 
cerita hanya cerita, serangkaian kata-kata yang katanya mengandung makna, tapi tetap terserah yang baca...

life is short, lets not making it shorter by worrying too much..
yusie
April 5, 2006   01:58 AM PDT
 
hah? beneran tuh? serem amaad...
maap, kbanyakan nonton pilm korea, jadi ga tau brita..hehe
Indiee
April 7, 2006   04:21 AM PDT
 
bang dodi,
jadi gubernur skrg? huhuhu.. :P
ichanx
April 8, 2006   09:39 PM PDT
 
i wish... i wish..... amiiiinnnn.... (sambil menyalakan sebatang rokok di starbuck sarinah yang selama ini dilarang untuk merokok)
dv
April 10, 2006   12:26 PM PDT
 
nyaritain dv ya? abis dipanggilnya babi.. hheheheheh..
vokalnya harriet the sundays kan dv banget dod, ya kan? ya kan? ahahaha
eh dod, ayolah, saya sewa, sampe agustus kan? boleh lah. emang kamu mau kmana abis agustus? kawin ya??
asik bikin postingan baru ah dodi mau kawin agustus... huhuy..
iebud
April 10, 2006   07:38 PM PDT
 
aqua gelas yah yg dikasih racunnya? bukan minyak goreng yg dikemas seperti aqua gelas yah?

yaa Warning! aja lah, bisi pahili ^^
modjo
April 11, 2006   03:53 PM PDT
 
ceritanya nyeremin, emang bener yach? kaya di pelem2 deh...
poison ivy
April 12, 2006   04:41 PM PDT
 
Nice :)
Luigi
April 14, 2006   02:16 AM PDT
 
Welcome to the battle of words and deceit ;), it;s another fiearce game we are playing here...only worst!

nice tohave found your blog, kind regards from West Africa..
cito
April 15, 2006   08:18 AM PDT
 
weits tebakan dodi emang bener. eh sedikit bener. memang kok si kapiten itu berpedang panjang. ahak ahak gilaaa.

jadi gini yah mas dod yang bentar lagi mo nikah *undang kiteee yeee*, itu adalah judul lagu sebuah band yang kesemua personelnya memakai sepatu putih, dan bener kata lika.. antara dua hal itu memang berhubungan..

ayo tebakk..

*enggak ah cit, males*

pak gubernur emang harus mati. abisnya dia ga mau berhenti buat jawab pertanyaan wartawan. "Deadline niy pak!!"
aRdho
April 23, 2006   07:05 PM PDT
 
ini pasti cerita nyata... :p
Silverlines
April 24, 2006   12:07 PM PDT
 
Ow, ternyata begitu ya kronologisnya .. ;-)
rur
April 26, 2006   08:50 PM PDT
 
ah.

bagaimana manusia yang bisa - bisanya ngomong "babi", derajatnya juga sama dengan "babi" itu sendiri.

saatnya manusia berkaca.
atau, jangan - jangan dia ga puas, karena pas ngaca bayangan bulat putih agak kemerah mudaan dengan ekor melingkar yang dilihatnya.


Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







bacaan! login img 1n3x Aban An Anakbaik Ayu Bea Blub Cipi Crey Cta De Dessy Didats Dv Dinky Enda Fahmi Femmy F-R-G G.B.T. Gina Gio Ichanx Iebud Ika Ikez Indie Jane Joey Kuda Lika Maknyak Mamatz Maria Mea Miranda-(2) Mput N[a] Nazla Nova Pyro Rara Rur Sandra Santie Shofa Sitta-(2) Siwoer Sunshower Vi3 Viga Yusie

Blogdrive



Free Domain Name - www.YOU.co.nr

Belanja clothing Bandung online? Klik: