<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>CeritaSembarangan</title>
    <link>http://antigravity.blogdrive.com/</link>
    <description>antigravity</description>
    <lastBuildDate>Sat, 10 Mar 2007 09:15:00 PST</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2007.</copyright>
    <category>Music</category>
    <category>Writing</category>
    <category>Models</category>
    <item>
      <title>Pindah Rumah</title>
      <link>http://antigravity.blogdrive.com/archive/92.html</link>
      <pubDate>Sun, 20 Aug 2006 23:00:00 GMT</pubDate>
      <description>
   Hai. Saya pindah rumah. Bukan saya sih, tapi tulisan-tulisan  saya selanjutnya. Setelah sekian lama memakai layanan bl09dr1ve,  rasanya cukup, lah.  Rumah baru akan beralamat di..  http://gravity.web.id  RSS dan Atom blog baru tersebut, bisa dilihat di sana.    Terima kasih.*beres-beres*
</description>
      <comments>http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=92</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Piala Dunia dan Penambal Ban</title>
      <link>http://antigravity.blogdrive.com/archive/90.html</link>
      <pubDate>Fri, 30 Jun 2006 18:01:11 GMT</pubDate>
      <description>
 Buruh media itu bernama Agoeng Wijaya.  Nama yang aneeeeh, memang. Agoeng, mengikuti kaidah ejaan lama. Wijaya,  seperti aturan ejaan baru. Tentunya bukan saya saja yang berpikir, apa  maksud penamaan campursari seperti itu.Jumat malam waktu  Jakarta, ketika Jerman berjibaku dengan Argentina di Olympiastadion,  Berlin, Agoeng tengah mengendarai motor bebeknya di jalan sekitar  Pejompongan, mengarah ke Manggarai. Tugas kantor membuatnya terpaksa  melewatkan sekian menit laga dua tim yang terlalu cepat bertemu itu.Memang,  tidak ada pepatah yang berbunyi &quot;siapa menabur paku, dia menabur ... (more)</description>
      <comments>http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=90</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Bintang Pun Kembali</title>
      <link>http://antigravity.blogdrive.com/archive/89.html</link>
      <pubDate>Tue, 06 Jun 2006 15:52:08 GMT</pubDate>
      <description>
    Helena Petrovna Blavatsky hidup di kurun tahun 1831 hingga 1891. Dia terkenal dengan panggilan Madame Blavatsky. Dia adalah salah satu prominen aliran spiritual bernama Teosofi. Teosofi punya cap, atau segel, seperti di bawah ini. Segel didominasi oleh dua buah segitiga yang sering disebut Star of David.Blavatsky
pernah bermukim di sebuah kota yang kemudian bernama Jakarta. Di jalan
yang bernama Blavatsky Boulevard, sebidang tanah seluas empat ribu
meter persegi menjadi milik kelompok Teosofinya. Delapan villa dan
sebuah bangunan utama berdiri di atas tanah di jalan yang juga... (more)</description>
      <comments>http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=89</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Mana Penting, Mana Tidak</title>
      <link>http://antigravity.blogdrive.com/archive/88.html</link>
      <pubDate>Mon, 29 May 2006 17:09:58 GMT</pubDate>
      <description>
 Apakah,
&quot;masih seperti dulu,
tiap sudut menyapaku bersahabat..&quot;?Sabtu
pagi lalu, lempeng-lempeng bumi di selatan Pantai Parangtritis --di
bawah laut, tentu-- bergeser. Tak ada yang salah dengan itu. Lempeng
bumi, sesuai garis hidupnya, selalu bergeser.Tapi pergeseran itu
menggetarkan Yogyakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya. Jutaan jiwa, yang
telah mendiami bumi di atasnya entah berapa lama, juga terguncang,
tertimpa reruntuhan. Ribuan tewas.

Dan, melalui televisi, kita kembali menyaksikan seberapa tanggap --sih-- pemerintah. DPR mempersilakan presiden menggunakan dana tanggap... (more)</description>
      <comments>http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=88</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Bayangkan</title>
      <link>http://antigravity.blogdrive.com/archive/87.html</link>
      <pubDate>Wed, 03 May 2006 18:58:17 GMT</pubDate>
      <description>

kredit: Indra Shalihin, detikCom
Puluhan ribu orang berkumpul di depan gedung wakil rakyat
--yang mirip kurakura, juga beha-- di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Berderap. Bergemuruh. Lantang. Mendesak. Merangsek.
Berhadapan dengan mereka, pasukan polisi menghadang. Dengan
tameng, pentungan, pistol di pinggang, juga penembak gas air mata.
Mereka bersepatu lars (yang niscaya keras bila menempel paras). Metro-1
telah mengumandangkan perintah: demonstran yang anarkis, tembak di
tempat! Untung tak kejadian.
Eh tapi kok saya jadi mengkhayal ya. Bagaimana bila di tengah
demonstrasi buruh,... (more)</description>
      <comments>http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=87</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Di Mana Budi dan di Mana Ibunya</title>
      <link>http://antigravity.blogdrive.com/archive/86.html</link>
      <pubDate>Sun, 16 Apr 2006 17:55:31 GMT</pubDate>
      <description>Keretaapi bergerak dengan kecepatan maksimalnya
di atas rel berstandar Indonesia. Di kiri dan kanan, hijau membentang.
Sawah, tempat mencuatnya padi yang memberi makan bangsa ini.
Pembangunan memberi aksen sesekali, dalam wujud tiang listrik, jalan
beraspal, atau bangunan rumah dengan antena menjulang.Dari dalam
gerbong yang sejuk berkat pendingin, tampak mega serupa kapas tersebar
di angkasa. Rupanya mereka tak kuasa membendung banjir warna biru yang
dipantulkan atmosfer ke bumi. Gerbong itu penuh, tentunya. Khas
keretaapi setelah libur panjang akhir minggu. Ada sedikit riuh... (more)</description>
      <comments>http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=86</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Matinya Sang Gubernur</title>
      <link>http://antigravity.blogdrive.com/archive/85.html</link>
      <pubDate>Sat, 01 Apr 2006 05:49:30 GMT</pubDate>
      <description>Sang Gubernur duduk, sedikit lelah. Hadirin
baru saja bertepuk tangan mendengar pidatonya. Tepuk tangan basa-basi.
Apa pun isinya, mereka toh tetap akan menepukkan telapak tangan.Dia
baru memberi sambutan di sebuah acara. Pokoknya, sesuai jadwal yang
disusun sekretarisnya, hari itu dia harus hadir di depan ratusan orang
untuk memberi pidato, yang teksnya juga sudah disusunkan. Dia tak hanya
membaca, tapi diberinya sedikit improvisasi. Bagian awal dan akhir
pidato, Sang Gubernur mengabaikan teks yang dirasa terlalu formal.Kini
di meja di depannya, sebuah piring berisi kue-kue terletak.... (more)</description>
      <comments>http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=85</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Air</title>
      <link>http://antigravity.blogdrive.com/archive/84.html</link>
      <pubDate>Thu, 23 Mar 2006 16:52:57 GMT</pubDate>
      <description>Hari yang panas di Jakarta. Langit cerah.
Matahari bersinar dari arah atas kepala. Melayang di antara gedung
jangkung adalah asap kendaraan bermotor. Efek rumah kaca memerangkap
panas. Badan gerah, titik keringat menyusup melalui pori-pori kulit.Dan
di atas trotoar sentra bisnis Sudirman, kaki saya melangkah. Napas agak
terengah. Dua gedung bersampingan menyambut. Mereka berdiri tegak. Saya
pun berbelok ke kanan, menaiki tangga ke lantai satu. Ingat, lantai
dasar adalah ground floor. G.Saya mendorong pintu sebuah
ruangan di lantai satu. Beberapa kepala menoleh. Hai, darimana.... (more)</description>
      <comments>http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=84</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Bila</title>
      <link>http://antigravity.blogdrive.com/archive/83.html</link>
      <pubDate>Thu, 23 Feb 2006 14:18:37 GMT</pubDate>
      <description>
Bila bel berdering,

tanda memanggil.
Maka datanglah,

dan bukakan pintumu!


</description>
      <comments>http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=83</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Hantu</title>
      <link>http://antigravity.blogdrive.com/archive/82.html</link>
      <pubDate>Wed, 14 Dec 2005 16:51:35 GMT</pubDate>
      <description>Ternyata, banyak hantu di sekitar kita.
Bayangkan, ada tetangga anda memelihara burung. Suatu hari, tiba-tiba
anda melihat di televisi, tetangga anda yang lain menjadi pasien yang
tak dipungut biaya. Sebab, dengan gejala sesak, demam dan batuk, ia
digelari status suspek flu burung.Karena kita sedang dalam keadaan luar biasa (KLB) flu burung, semua pasien suspek flu burung dibiayai pemerintah.Alhasil,
di sekeliling rumah anda lahir panik. Tetangga anda yang memelihara
unggas memanggil petugas untuk memvaksin hewan bersayap itu. Darah
warga pun diperiksa. Semua dihantui ketakutan akan... (more)</description>
      <comments>http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=82</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
